Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggota DPRD Kabupaten Sleman Herman Budi Pramono Upayakan Membangun Karakter Pemuda lewat Sekolah Kader Perubahan

Yogi Isti Pujiaji • Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Sleman Herman Budi Pramono. (Dokumentasi Pribadi)
Anggota DPRD Kabupaten Sleman Herman Budi Pramono. (Dokumentasi Pribadi)

SLEMAN - Sudah saatnya para pemuda menjadi pilar pembangunan bangsa. Agar proses regenerasi berjalan dinamis. Hal itu harus disiapkan sejak dini. Sehingga ke depan, pada saatnya nanti mereka sudah siap berperan meneruskan perjuangan dan cita-cita bangsa.

Sekolah Kader Perubahan yang digalakkan Partai Kebangkitan Bangsa adalah wadah pembentukan karakter anak muda. Anggota DPRD Kabupaten Sleman Herman Budi Pramono SE menjadi salah seorang penggeraknya.

Momon, sapaan akrabnya, menyelenggarakan kegiatan itu akhir pekan lalu. Di kediamannya, Trihanggo, Gamping. Tak kurang seratusan anak muda hadir pada kegiatan tersebut.

Baca Juga: Seragam Gratis bagi Siswa Baru di Bantul Masih Tunggu Hasil Final Jumlah Pendaftar  

Penyelenggaraan Sekolah Kader Perubahann kali ini masuk tahun kedua. Pesertanya dari berbagai kalangan dengan usia maksimal 35 tahun. Baik laki-laki maupun perempuan. Tiap tahun pesertanya selalu wajah-wajah baru. "Kami melibatkan kader-kader partai untuk mendata pesertanya," ungkap Momon.

Menurutnya, penggalangan peserta bukanlah hal mudah. Ada tantangan tersendiri. Mengingat tak banyak anak muda sekarang yang mau terjun ke dunia politik.

Ya, kegiatan itu memang dikemas agar anak muda paham politik. Karena hal ini menjadi dasar penting dalam pembangunan bangsa. Momon menegaskan, seseorang yang ingin mengubah negara ke arah yang lebih baik maka harus paham politik. "Karena segala hal terkait pemerintahan, dari pusat sampai tingkat bawah tak lepas dari ranah politik," tuturnya.

Momon berharap, kegiatan kaderisasi yang diselenggarakannya ini bisa memunculkan pemuda pelopor pembangunan di wilayah masing-masing. Dalam bidang apa pun.

Baca Juga: PSS Sleman Tak Perpanjang Iman Fathurahman? Begini Penjelasan Manajemen

Nah, Sekolah Kader Perubahan ini memang untuk membangun mindset para pemuda. Ihwal bagaimana mereka akan mengisi pembangunan ke depan di wilayahnya. "Untuk follow up-nya, saya membentuk koordinator-koordinator tingkat padukuhan untuk menjalankan program kegiatan yang telah mereka canangkan. Sesuai kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Dalam hal itu, sebagai anggota dewan Momon menjadi jembatan penyediaan anggaran untuk pelaksanaan program terkait. Baik fisik maupun nonfisik. Serta mengoordinasikan dengan pemerintah daerah melalui dinas-dinas atau kalurahan dan mengawal realisasi program.

Misalnya melalui bantuan keuangan khusus (BKK) atau program pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Sleman. "Plafon anggarannya antara Rp 10 juta hingga Rp 40 juta," katanya.

Para kader perubahan, lanjut Momon, yang akan mendata kebutuhan masyarakat sekaligus melaksanakan program pembangunan wilayah. "Alhamdulillah antusiasme peserta cukup tinggi. Target selalu terpenuhi. Semoga ke depan mereka bisa menjadi motor penggerak pembangunan wilayah," harapnya. (yog)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Anggota DPRD Kabupaten Sleman Herman Budi Pramono #sekolah kader perubahan #anak muda #regenerasi #pembentukan karakter