SLEMAN – Wasiat terakhir seorang ibu sekarat yang meminta dimakamkan di samping mantan suaminya, laki-laki yang telah meninggalkannya dan menikah lagi, mengoyak hati tiga bersaudara.
Permintaan itu membuka luka lama yang selama ini mereka kubur dalam-dalam.
Itulah premis kuat novel debut Kalis Mardiasih berjudul Makamkan Ibu di Samping Ayah yang resmi dirilis 6 Juni 2026.
Dengan kepedihan yang mendalam, novel ini mengangkat isu luka generasional (intergenerational trauma) dalam keluarga Indonesia.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Tak Berhubungan Dengan Pajak, Masyarakat Diharap Jujur Saat Isi Data
Melalui enam sudut pandang yang jujur dan menyayat hati, Kalis Mardiasih menceritakan bagaimana trauma orang tua diwariskan secara diam-diam kepada anak-anaknya.
“Banyak anak orang tua bercerai yang tetap tersenyum, tetap sekolah, tetap bekerja. Tapi di dalam dada mereka ada beban moral yang sangat berat,” ungkap Kalis Mardiasih.
Novel ini tidak menampilkan tokoh hitam-putih. Aji, Vikra, dan Lini, ketiga bersaudara, masing-masing membawa luka versi mereka sendiri.
Baca Juga: Jepang Pesta Gol Dalam Pertandingan Ke-1000 Piala Dunia Saat Kalahkan Tunisia
Anak sulung yang terpaksa menjadi orang dewasa sejak remaja, anak tengah yang memilih bungkam, serta bungsu yang tak pernah punya kenangan bersama ayah kandungnya.
“Ibu yang keras dan ambisius ternyata menyimpan kerentanan yang tak pernah ia tunjukkan. Ayah yang pergi juga punya alasan yang jauh lebih rumit dan menyakitkan,” jelas Kalis.
Ia menambahkan dengan pilu, “Luka yang diwariskan orang tua bukan karena mereka membenci anaknya, melainkan karena mereka sendiri tidak pernah diajarkan cara menyembuhkan luka mereka.”
Baca Juga: Bangunan Baru SD Negeri Bugel Sudah Rusak, Genteng Rontok Hingga Siswa Terkunci di Kamar Mandi
Novel setebal 142 halaman ini muncul di saat ribuan anak muda Indonesia sedang berjuang dengan toxic parenting, parentifikasi, dan trauma keluarga di media sosial.
Makamkan Ibu di Samping Ayah bukan sekadar cerita, melainkan ruang untuk merenung tentang pengampunan, batas memahami, dan apakah keluarga yang sudah retak masih bisa menjadi pelabuhan pulang.
Novel ini dibahas secara mendalam dalam Festival Kisah Dari Rumah di We Love You(th), Sleman, Minggu (21 Juni 2026).
Baca Juga: Bukayo Saka Terus Berjuang untuk Fit Jelang Inggris Lawan Ghana di Piala Dunia 2026
Diskusi menghadirkan Kalis Mardiasih bersama Puput Alvia selaku editor Shira Media.
Novel ini sangat direkomendasikan bagi yang pernah merasakan sakitnya luka keluarga atau ingin memahami lebih dalam dinamika rumah tangga Indonesia yang selama ini jarang dibicarakan secara jujur.
Editor : Iwa Ikhwanudin