Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Demi KDMP, Korwil Pendidikan Mlati Sleman Harus Terusir, Kini Terpaksa Menumpang di SDN Tlogoadi

Delima Purnamasari • Kamis, 18 Juni 2026 | 20:05 WIB
MENDADAK: Barang-barang Korwil Pendidikan Mlati yang ditaruh di gudang SDN Tlogoadi, Mlati, Sleman, Kamis (18/6). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
MENDADAK: Barang-barang Korwil Pendidikan Mlati yang ditaruh di gudang SDN Tlogoadi, Mlati, Sleman, Kamis (18/6). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Mlati, Kabupaten Sleman kini mesti menumpang di SDN Tlogoadi. Kondisi ini terjadi karena gedung yang dipakai akan digunakan sebagai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tlogoadi. 

Pantauan Radar Jogja, barang-barang di dalam gedung sudah dikosongkan dan sebagian disimpan di gudang sekolah. Termasuk di dalamnya dokumen pendidikan seperti laporan pertanggungjawaban aset, rekapitulasi mutasi barang, hingga laporan realisasi penggunaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). 

Wakil Ketua Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Nasional Sudiyo turut prihatin dengan kondisi ini. Dia menilai gudang itu belum representatif dan keamanan dokumennya kurang terjamin. Hanya saja arahan pemindahan ini memang dilakukan secara mendadak.

Prosesnya baru dirapatkan pada Jumat (12/6) lalu dan diberi waktu satu minggu untuk bisa mengosongkan. Hingga akhirnya pengurus Korwil Pendidikan Mlati kini menumpang di ruangan tata usaha milik SDN Tlogoadi. 

Baca Juga: Keluarga Bupati Kebumen Lilis Suryani Hanya Kelola Delapan SPPG, Tampik Kepemilikan Mencapai 100 SPPG

Di dalam gedung itu tidak hanya digunakan untuk Korwil, tetapi ada ruangan milik organisasi penunjang. Misalnya, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Mlati yang kini menumpang di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Tlogoadi. Gedung itu juga digunakan untuk Dharma Wanita dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKS). 

 "Karena harus kosong akhirnya pindah dan menempati ruang yang sempit itu. Sementara yang lain belum punya tempat," katanya saat ditemui SDN Tlogoadi, Kamis (18/6). 

Berdasarkan informasi yang dia peroleh, sebenarnya Kantor Korwil Pendidikan Mlati ini akan dipindah ke SDN Nglarang yang terdampak proyek tol. Sekolah tersebut rencananya pindah ke lain lokasi, tetapi masih ada sebagian bangunan yang tidak terdampak tol. Persoalannya hingga saat ini SD itu masih digunakan sehingga Korwil tetap harus pindah meski tempat penggantinya belum siap. 

Dia menegaskan tidak menolak adanya KDMP sebagai program pemerintah pusat. Mereka tetap mendukung, hanya saja proses perpindahan ini dilakukan dengan begitu mendadak. Kesannya seperti pendidikan dinomorduakan sementara yang jadi prioritas adalah KDMP. "Kami enggak masalah mau dipindah, tapi kalau tempatnya untuk pindah itu sudah ada," ujarnya. 

Tak adanya fasilitas yang memadai dia sebut jelas akan mengganggu proses pelayanan pendidikan. Korwil tidak memiliki ruangan untuk rapat koordinasi yang biasanya digelar setiap Jumat. Sudiyo menerangkan, frekuensi layanan pendidikan di Kapanewon Mlati memang tinggi. SD saja ada sekitar 40, belum dengan TK, dan SMP. 

Baca Juga: Gelar Aksi di Titik Nol Kilometer, Mahasiswa DIY Sampaikan Tuntutan untuk Prabowo-Gibran Hentikan MBG dan KDMP
 

Ditemui terpisah, Lurah Tlogoadi Sutarja menjelaskan, pemilihan lokasi KDMP Tlogoadi di bekas Kantor Korwil Pendidikan Mlati karena lokasinya strategis di pinggir jalan. Tidak ada lokasi lain karena tidak mungkin memilih lokasi KDMP sebagai lini usaha di tempat pelosok. 
Belum lagi lokasi lain yang terhambat karena berstatus lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) maupun lahan sawah dilindungi (LSD). Luasannya juga memenuhi untuk dibangun sebagai KDMP. 

Menurutnya, tidak tepat jika menggunakan sebutan kalurahan memindah kantor korwil. Pemindahan ini dia sebut sudah dilakukan lewat rapat bersama hingga tingkat kabupaten. Rencananya dilakukan rapat lanjutan terkait hal ini pekan depan.

Sutarja menyebut di lokasi itu dulu ada dua SD, tetapi berkembang hanya tinggal satu SD. Hingga akhirnya dimanfaatkan sebagai Kantor Korwil Pendidikan Mlati. "Tapi saya tidak seolah-olah memindahkan karena masih ada tempat yang mau untuk korwil," ujarnya. 

Dia membenarkan salah satu alternatif yang ditawarkan untuk bisa digunakan memang bekas SDN Nglarang. Ada juga lokasi lain seperti di SDN Plaosan. Disinggung soal target operasional KDMP, Sutarja mengaku belum bisa memastikan. Lantaran kalurahan bertugas menyediakan tempat sementara untuk anggaran operasional berasal dari pemerintah pusat. (del/laz) 

Editor : Herpri Kartun
#SDN Tlogoadi #menolak adanya KDMP #Koperasi Desa Merah Putih #KDMP Bangunharjo #SDN Nglarang