Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prediksi Wisatawan saat Libur Sekolah di Sleman Bisa Capai 450 Ribu Kunjungan

Delima Purnamasari • Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto. Delima Purnamasari/Radar Jogja



 
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto. Delima Purnamasari/Radar Jogja  
 
SLEMAN - Libur sekolah 2026 dimulai pada Senin (22/6) dan berakhir pada Sabtu (11/7). Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman akan mulai melakukan pencatatan kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata sejak Sabtu (20/6) hingga Minggu (12/7). Diprediksi wisatawan di Bumi Sembada selama 23 hari tersebut akan mencapai 300 ribu hingga 450 ribu kunjungan. 
 
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto menjelaskan, untuk rata-rata masa tinggal wisatawan ada pada kisaran 1,5 hingga dua hari. Khusus untuk retribusi pariwisata di destinasi yang dikelola pemerintah, yakni Kaliurang dan Kaliadem diyakini bisa mencapai Rp 50 juta hingga Rp 75 juta. 
 
Baca Juga: Ditinggalkan Warga Satu Per Satu sejak 1980-an, Padukuhan Sari Kini Tinggal Nama di Peta Gunungkidul
 
"Untuk okupansi hotel itu bisa mencapai 40 hingga 60 persen," katanya, Kamis (18/6). 
 
Belanja wisatawan dalam sekali kunjungan bisa di antara Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. Dana tersebut dihitung dari penggunaan akomodasi, makan minum, tiket masuk destinasi, hingga belanja oleh-oleh. Kus menilai, peredaran uang dari wisatawan diperkirakan berada di antara Rp 337,5 miliar sampai dengan Rp 1,265 triliun. 
 
Baca Juga: Legislatif DPRD Kota Jogja Desak Pemkot Siapkan Sekenario Hadapi Libur Sekolah, Tinggal Dua Kantong Parkir Utama
 
Dalam masa libur sekolah ini juga akan diterbitkan surat edaran Kepala Dinas Pariwisata Sleman tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Untuk nantinya bisa memastikan standar operasional prosedur dan keselamatan pariwisata. Termasuk mengantisipasi kenaikan harga produk atau layanan melebihi batas wajar maupun imbauan terkait pengelolaan sampah dan limbah yang timbul demi menjamin kebersihan destinasi. 
 
"Kami juga akan terus melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap usaha jasa Pariwisata yang ada di Sleman," katanya. (del) 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#libur sekolah #kunjungan #Pariwisata #Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman #Wisatawan