SLEMAN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Maguwoharjo International Stadium (MaglS) mulai bersiap diri menyongsong kompetisi Super League musim 2026/2027. Terbaru, pengelola kini tengah menggemburkan tanah di MagIS..
Kepala UPT Stadion Maguwoharjo Ganang Riswantoro mengatakan, pada musim 2025/2026 MaglS memiliki intensitas penggunaan yang tinggi. Karena menjadi homebase dua tim.
Yakni PSS Sleman dan PSBS Biak. Sehingga kondisi rumput lapangan langsung mendapatkan perhatian khusus melalui treatment top dressing. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi agar pemain tidak mengalami cedera.
Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Naik, Damkarmat Kulon Progo Lakukan Efisiensi
Terlebih, tingginya penggunaan stadion di musim 2025/2026 sangat berpengaruh pada kepadatan tanah yang berujung pada terganggunya sistem aerasi. "Tanah agak padat, sehingga perlu kami gemburkan lagi dengan beberapa treatment khusus," tegasnya, Rabu (17/6).
Saat ini, lanjut dia, pihaknya tengah berfokus pada proses evaluasi pelaksanaan kompetisi pada musim 2025/2026. Langkah tersebut diambil demi menyempurnakan kesiapan stadion untuk musim 2026/2027 nanti. "Kemarin kami juga bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengecek ulang kaitannya dengan infrastruktur utama, baik itu tribun, struktur bangunan, hingga beberapa akses tangga," ucapnya.
Selain struktur bangunan fisik, lanjut Ganang, saat ini pihaknya juga mengevaluasi aspek pencahayaan (lampu stadion) dan kondisi lapangan. Pengecekan ulang terhadap leveling lapangan dan sistem drainase juga terus dikebut demi mengantisipasi munculnya genangan air saat hujan dengan intensitas tinggi saat kompetisi berlangsung nanti.
Ganang mengatakan, meski ada beberapa hal yang sudah dievaluasi. Akan tetapi, pihak pengelola memastikan bahwa pembenahan itu tidak hanya berfokus pada estetika lapangan, melainkan juga menyentuh aspek vital seperti sistem keselamatan dan keamanan.
Seluruh fasilitas penunjang, mulai dari pemadam kebakaran (damkar), sprinkler di setiap ruangan, ruang ganti pemain (locker room), hingga ruang medis tak luput dari pengecekan ulang.
Ke depan Ganang memastikan jika pihak UPT Stadion tengah menyusun ulang standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan pertandingan, terutama dalam menghadapi situasi darurat yang tidak terduga (force majeure).
"Kami harus punya cara bertindak yang jelas supaya dalam pelaksanaan pertandingan nanti, faktor keselamatan pengunjung, baik itu pemain, penonton, maupun seluruh aspek yang ada di stadion betul-betul safety," ungkapnya.
Ketika disinggung mengenai klub mana saja yang sudah mengajukan permohonan resmi untuk menggunakan MaglS sebagai homebase di musim 2026/2027, Ganang mengaku secara administrasi resmi memang belum ada yang masuk. Kendati demikian, prioritas utama tetap akan diberikan kepada tim berjuluk Super Elang Jawa.
"Kemungkinan besar tetap PSS Sleman. Kita prioritaskan untuk PSS Sleman karena memang nilai lokalitasnya. Tim yang ada di wilayah Kabupaten Sleman itu ya PSS Sleman," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo