Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polresta Sleman Monitor Kericuhan di GIK UGM, Sebut Tak Ada Mahasiswa yang Diamankan

Delima Purnamasari • Selasa, 16 Juni 2026 | 18:37 WIB
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Diskusi publik bertajuk "Kopdar Bareng Mas Dar"  yang mengusung tema Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa Indonesia di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM),  Senin (15/6) malam berujung ricuh.

Acara yang diselenggarakan oleh Total Politik ini menghadirkan tiga pejabat negara yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. 

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan, peristiwa ini dipicu oleh adanya aksi penyampaian pendapat dari sejumlah mahasiswa. Mereka menyampaikan aspirasi dan penolakan terhadap beberapa kebijakan pemerintah melalui pembentangan spanduk serta upaya mendekati area panggung.

Baca Juga: Mahasiswa Merangsek, Kericuhan Warnai Acara di GIK UGM; Diskusi Dihentikan, Tiga Pejabat Negara Dievakuasi

Situasi berkembang menjadi adu dorong antara massa dengan petugas pengamanan acara. Hal ini karena adanya upaya pengamanan terhadap narasumber guna mencegah terjadinya gangguan keamanan. Sekaligus menjaga keselamatan seluruh pihak yang hadir.

 "Kondisi itu menyebabkan kegiatan tidak dapat berjalan sesuai rencana, sehingga penyelenggara memutuskan untuk mengakhiri acara lebih awal," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa (16/6).

Dia sebut Polresta Sleman menilai kejadian tersebut merupakan dinamika penyampaian aspirasi di ruang publik. Hanya saja perlu dikelola secara baik agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Kepolisian menghormati kebebasan berpendapat yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Namun pelaksanaannya diharapkan tetap dilakukan secara tertib, damai, serta tidak mengganggu keamanan dan keselamatan orang lain.

Baca Juga: Diskusi di UGM Berujung Kericuhan, Wamen Sudaryono Bantah Tudingan Kabur

Sebagai langkah tindak lanjut, Argo mengatakan Polresta Sleman telah melaksanakan monitoring, pengamanan, dan pengumpulan bahan keterangan selama kegiatan berlangsung. Saat ini langkah kepolisian lebih pada aspek prediktif dan antisipatif guna memantau perkembangan situasi kamtibmas. Agar aksi serupa tidak memicu kerawanan di wilayah Kabupaten Sleman pada kegiatan-kegiatan mendatang.

 "Sampai saat ini belum ada informasi yang menyatakan bahwa ada mahasiswa atau orang yang diamankan saat peristiwa tersebut berlangsung," katanya saat ditanya apakah ada mahasiswa yang diamankan oleh kepolisian atas kejadian ini.

Menurut Argo, pihak keamanan acara di Gedung GIK melakukan pengamanan terhadap para narasumber dari massa mahasiswa akibat terjadinya adu dorong. Setelah massa membubarkan diri, seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai. Peserta aksi berangsur meninggalkan lokasi dengan aman dan kondusif pada pukul 22.00.

Hal senada disampaikan Kapolsek Bulaksumur AKP Subilal. Dia menegaskan tidak ada yang diamankan oleh pihak kepolisian atas peristiwa kericuhan ini.

"Kami tidak mengamankan mahasiswa ataupun orang karena alhamdulillah semalam situasi dapat dikendalikan dan kondusif kembali," ujarnya. (del/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#universitas gadjah mada #menteri pertanian #Polresta Sleman #budiman sudjatmiko #GIK UGM