Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melihat Pendaftaran SPMB Sleman 2026 di Sleman dan Kota Jogja, Jangan Terjebak Lihat Nilai Terendah tapi Rata-ratanya 

Delima Purnamasari • Minggu, 14 Juni 2026 | 19:40 WIB

 

Orang tua calon siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja untuk mencari informasi terkait proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), kemarin (12/6). Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Orang tua calon siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja untuk mencari informasi terkait proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), kemarin (12/6). Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

SLEMAN- Pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Sleman dilaksanakan pada Juni ini.

Ada berbagai hal penting untuk dipertimbangkan orang tua dalam mendaftarkan putra-putrinya, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP). 

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ponidi menjelaskan, pada tahun ini ada empat jalur yang dibuka yakni prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili. 

Jalur prestasi alokasinya maksimal 35 persen dari daya tampung sekolah. Jalurnya juga dibagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu prestasi umum, prestasi khusus, dan prestasi daerah. 

Untuk prestasi khusus menyasar mereka yang juara nasional 1, 2, 3 atau memperoleh medali emas, perak, perunggu. 

Baca Juga: Gubug Merapi Jadi Magnet Turis Asing, Suguhkan Panorama Lahar dari Lereng Gunung    

Sesuai dengan cabang lomba yang sudah dituliskan di petunjuk teknis, seperti olimpiade sains nasional (OSN), olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN), festival lomba seni dan sastra siswa nasional (FLS3N), dan lomba bertutur tingkat nasional. 

Sementara jalur prestasi daerah yang diperuntukkan bagi siswa yang mewakili Bumi Sembada dalam cabang tertentu di tingkat provinsi. 

Misalnya, dalam kompetisi pekan olahraga pelajar daerah (Popda) dan pekan olahraga daerah (Porda) yang mendapat juara. 

"Untuk prestasi khusus dan daerah sesungguhnya langsung masuk, tapi nilai tetap diminta sebagai pendataan," katanya, Minggu (14/6).  

Perhitungan berbeda diberlakukan pada jalur prestasi umum. Seleksi ini diperuntukkan bagi peserta didik yang memiliki nilai gabungan minimal 245. 

Rumusnya nilai tes kemampuan akademik (TKA) dan tes kemampuan akademik daerah (TKAD) dikali 80 persen ditambah rata-rata hasil belajar dikali 20 persen. 

Nantinya pendaftaran jalur ini bisa juga mengajukan penambahan nilai dari prestasi akademik maupun non-akademik yang diperoleh.

 Jika melihat pada data tahun lalu lewat situs SPMB Online, tertinggi ada pada SMPN 1 Sleman. Nilai tertingginya 286.907 dan terendahnya 267.297. 

Baca Juga: Sistem TKA Mirip NEM, namun Bukan Satu-satunya Penentu Masuk Sekolah Favorit

Hanya saja Ponidi mengingatkan, ada perubahan proporsi dari tahun lalu karena hitungannya 70 persen asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD) dan 30 persennya dari nilai rapor. 

Ia menerangkan, porsi paling banyak ada memang ada di jalur domisili yang minimal dapat 40 persen dari daya tampung sekolah dan dibagi lagi jadi dua jalur. 

Pertama, domisili radius bagi pendaftar penduduk Kabupaten Sleman yang berdomisili dan bertempat tinggal dalam radius tertentu minimal satu tahun dari sekolah tujuan. 

Kedua, domisili wilayah yang diperuntukkan bagi mereka yang berdomisili di Kabupaten Sleman dan dalam wilayah administrasi kalurahan tertentu dari sekolah tujuan. 

Jika melihat data tahun lalu lewat situs SPMB Online, tertinggi pada jalur domisili juga pada SMPN 1 Sleman. Nilai tertingginya 279.11 dan terendahnya 250.47.

Baca Juga: Baliho PB XIV Hangabehi Bermunculan di Kebumen, Pakasa Sebut Tegak Lurus

Lalu ada jalur afirmasi yang dilaksanakan dengan kuota maksimal 20 persen dari daya tampung. Rinciannya 15 persen bagi penduduk dari ekonomi tidak mampu dan lima persen bagi penyandang disabilitas.

Jika nanti pendaftarnya melebih kuota, penentuan rankingnya ditentukan berdasarkan yang masuk domisili wilayah, lalu usia yang lebih tua, baru nanti pertimbangan akhir ada di nilai gabungan TKA dan TKAD-nya.

"Memang untuk perangkingan afirmasi caranya beda," tambahnya. 

Diakui sulit membuat prediksi passing grade atau nilai minimal dalam mendaftar suatu sekolah. Hal ini sangat tergantung dengan jumlah pendaftar.

Apabila pendaftarnya banyak maka nilainya bisa tinggi dan begitu juga sebaliknya. Dia menegaskan proses SPMB tidak mendasarkan pada nilai, ketika siswa sudah masuk sesuai kriteria jalur baru nantinya dilakukan perangkingan sesuai daya tampungnya.

"Orang jangan terjebak terendah. Justru yang penting lihat rata ratanya," tipsnya. 

Baca Juga: Yuli Pratiwi, Warga Krapyak Wetan Bantul Sukses Sukses Sulap Sampah Jadi Barang Bernilai; Berawal dari Keresahan Banyak Kasus DBD

Berdasarkan data dinas pendidikan sendiri pada tahun ini, ada 15.976 siswa yang saat ini duduk di SD maupun madrasah ibtidaiyah (MI) kelas enam. 

Sementara daya tampung SMPnya mencapai 18.816. Terdiri dari SMP negeri ada 7.968 kursi, SMP swasta 6.144 kursi, lalu MTsN ada 1.600 kursi, dan MTs swasta 3.104 kursi. 

Dia sebut daya tampung untuk seluruh warga Sleman pada jenjang SMP akan tersisa 2.840 kursi. Kondisi ini memang menunjukkan kecenderungan kekurangan adanya siswa. 

"Tidak akan ada kasus siswa tidak dapat sekolah di Sleman," ujarnya. (del/laz) 

Editor : Herpri Kartun
#tes kemampuan akademik (TKA) #IN SIGHT #spmb