SLEMAN - Imam Nawawi tidak lagi menjabat sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman/BPN.
Dia akui pencopotan jabatannya turut dipengaruhi aksi demonstrasi yang digelar oleh Paguyuban staf notaris pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dan para pekerja lepas pada Rabu (10/6) lalu terkait lambatnya layanan BPN.
Baginya hal ini juga selaras dengan permohonan jabatan fungsional (JF) yang sudah dia ajukan sejak Februari lalu
"Saya yakini ini yang terbaik dan alhamdulillah, mungkin peristiwa kemarin menjadi percepatan JF saya," katanya ditemui di sela-sela pamitan dengan para pegawai BPN Sleman, Jumat (12/6).
Baca Juga: Real Madrid Resmi Tunjuk Jose Mourinho Sebagai Pelatih Kepala untuk Periode Kedua
Imam bercerita, usai aksi tersebut di pagi hari pada hari yang sama dia lalu langsung berangkat ke Jakarta karena dipanggil oleh menteri sore harinya.
Dalam kesempatan tersebut dia diminta untuk melaporkan apa yang terjadi di Kabupaten Sleman termasuk diberikan sejumlah masukkan.
"Iya (dipengaruhi demo). Pak Menteri menyampaikan dipercepat saja JFnya Pak Imam. Waktu itu saya dengan Pak Kanwil dan didampingi Pak Sekjen," tambahnya.
Baca Juga: Hugo Broos Kecam Keputusan Wasit Mengusir Themba Zwane Dalam Kekalahan Afrika Selatan Atas Meksiko
Dalam kesempatan tersebut dia juga menyampaikan berbagai hasil kerja kerasnya di Bumi Sembada.
Misalnya, melakukan penataan arsip sebagai nyawa dari BPN apabila dibutuhkan pembuktian kemudian hari. Adanya keterbatasan ruang arsip lalu dilakukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten hingga mendapat tempat baru di belakang dinas pertanian.
Selain itu, dia menyebut telah banyak menyelesaikan tunggakan layanan pertahanan pada periode 2015 hingga 2025.
Menurutnya, memimpin Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman memang bukan tugas yang mudah.
Lantaran 40 persen volume layanan pertanahan di DIY berada di Sleman. Dia bersama pegawainya bahkan sudah terbiasa bekerja hingga tengah malam, bahkan pada akhir pekan.
"Dari Pak Menteri masukkannya perbaikan layanan karena memang harus seperti itu," ujarnya.
Usai dicopot sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Imam mengaku dipindahkan ke Jakarta untuk mengisi jabatan fungsional tingkat madya di Direktorat Jenderal Penataan Agraria.
Baca Juga: Bukan Karena Batu Bara Habis, Ini Alasan Listrik di Jabodetabek dan Jawa Sering Padam Belakangan Ini
Dia bercerita dulunya pernah mengisi jabatan fungsional lalu kemudian mengisi jabatan struktural dan kini kembali bertugas dengan jabatan fungsional lagi. Dengan tugas baru ini dia akui juga ada manfaat berupa penambahan usia pensiun.
"Untuk keputusan JF itu ada di kewenangan pusat dulu. Saya pensiun kan tahun depan," ujarnya. (del)
Editor : Bahana.