Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Api Masih Terus Muncul di Rumah Seyegan Sleman, Tim UGM Lacak Potensi Gas Bawah Tanah dengan Geolistrik

Delima Purnamasari • Selasa, 9 Juni 2026 | 20:31 WIB
Tim UGM terjunkan alat geolistrik di area rumah api Seyegan. Delima Purnamasari/Radar Jogja
Tim UGM terjunkan alat geolistrik di area rumah api Seyegan. Delima Purnamasari/Radar Jogja

 

SLEMAN - Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) berupaya melakukan pendekatan geologi untuk memecahkan misteri rumah api di Seyegan. Salah satunya dengan menerjunkan alat geolistrik, Selasa (9/6). Tindakan ini dilakukan di berbagai wilayah sisi rumah. Tujuannya untuk melihat variasi lapisan di bawah permukaan tanah berdasarkan nilai resistivitas atau tahanan jenis batuan.

Peneliti dari Laboratorium Geofisika Eksplorasi Departemen Teknik Geologi UGM Saptono Budi Samodra menjelaskan, menggunakan geolistrik dua dimensi pada tiga hingga empat lintasan. Lalu geolistrik satu dimensi pada satu atau dua titik. Cara kerja alat ini dia sebut sederhana dengan melakukan injeksi arus seperti menyetrum bumi, lalu bumi akan merespons dengan menunjukkan beda potensial lapisan di dalamnya. Lewat spasi-spasi tertentu maka akan diketahui perbedaan titik potensialnya. Pemilihan lokasi yang berbeda ini memungkinkan para peneliti mendapatkan variasi keruangan sesuai batuannya.

Baca Juga: Penanganan terhadap Rumah Api Seyegan Sleman oleh Tim FT UGM, selama Seminggu Akan Diguyur dengan Air Kapur

"Kami melakukan secara lebih pendek spasinya. Hanya satu meteran di sekitar rumah dengan maksud untuk mengejar variasi yang lebih detail di sekitar rumah," katanya ditemui di sela-sela proses penelitian, Selasa (9/6).

Untuk hasilnya dia sebut tidak langsung terlihat dan baru menunjukkan resistivitas semu. Hanya saja Saptono menilai ada beberapa anomali yang menunjukkan ada material berbeda di bawah tanah. Bisa jadi itu ada rekahan atau benda lain yang mempunyai nilai kelistrikan berbeda.

Anomali ini memang belum bisa dipastikan arahnya, karena perlu diolah lebih lanjut. Nantinya harus dilakukan pemodelan dengan integrasi dari seluruh data untuk benar-benar memastikan gambaran di bawah permukaan tanah.

Lewat proses ini akan diketahui secara garis besar penyusun lapisan tanahnya. Termasuk apakah ada endapan yang membentuk cekungan yang sempat ditengarai sebagai endapan rawa. Jika demikian, dimungkinkan lapisan itu bisa menjadi sumber gasnya.

"Tapi sekali lagi ini masih logika berpikir untuk mencari ke sana. Setelah kemarin menemukan ada beberapa indikasi retakan, retakan itu akan diisi oleh gas atau tidak kan tergantung dari sumbernya di bawah," tambahnya.

Pengujian ini nantinya dikuatkan dengan analisis georadar yang menunjukkan adanya retakan di lapisan bawah rumah. Prosesnya kini fokus pada analisis kecepatan untuk memastikan apakah dalam retakan itu ada penurunan nilai kecepatan gelombang radar atau tidak. Jika ditemukan berarti terkonfirmasi adanya gas di bawah tanah.

Baca Juga: Mohon Musibah Bisa Segera Selesai, Pemilik Rumah Api Seyegan Sleman Akan Gelar Doa Bersama

Apabila ditemukan adanya gas alam ini, Saptono menilai perlu dilakukan segera dilakukan lokalisasi untuk benar-benar memastikan posisinya. Lalu bisa dilihat sumber gasnya dangkal atau dalam.

"Kalau dalam, perlu ada pemodelan di bawah tanah atau dari samping seperti teman-teman UPN yang diduga asalnya dari sungai. Ini perlu analisis lebih lanjut," katanya. (del/laz) 

Editor : Herpri Kartun
#rumah api seyegan #geologi UGM #Gas Alam