SLEMAN - Titik api masih terus muncul di rumah warga Seyegan bernama Mutfiana. Sejak kali pertama muncul pada Jumat (22/5) malam hingga Selasa (9/6), tercatat sudah 119 kejadian. Kondisi ini menyebabkan barang di rumahnya terbakar dan usaha pemotongan ayam yang melekat di rumahnya berhenti sementara.
Mutfiana mengaku tidak begitu memikirkan berbagai teori yang dibawa para akademisi. Baginya hal terpenting saat ini adalah musibah ini bisa selesai karena begitu melelahkan bagi keluarganya.
"Kami juga kepikiran untuk menggelar doa bersama. Dengan relawan, tetangga, dan teman-teman wartawan juga," katanya ditemui di rumahnya, Selasa (9/6).
Menurutnya, doa bersama ini upaya sebagai umat beragama untuk memohon agar musibah yang dialami segera berlalu. Hanya saja untuk waktunya dia masih belum bisa memastikan.
Dia membenarkan intensitas titik api kini memang sudah menurun, tetapi hal ini juga bisa dipengaruhi banyaknya tamu yang datang ke rumahnya. Kondisi ini menjadikan perebutan gas oksigen sebagai salah satu faktor pemicu timbulnya api.
"Harapan kami pada pemerintah tentu ikut mendampingi, ini bukan kami yang ingin tetapi fenomena alam," tambahnya.
Sementara itu, tetangga selisih dua rumah dengannya, Laila Putri menjelaskan, ada sejumlah titik api yang timbul hingga ke rumahnya. Ada sejumlah barangnya yang terbakar, seperti mukena, handuk, tumpukan kayu, hingga karung. Seluruhnya berada di luar rumah.
Baca Juga: Akibat Membakar Sampah Kayu, Api Merembet dan Bakar Dapur Warga Sumur, Palbapang, Bantul
Dia sudah tinggal di rumah ini sekitar satu tahun, tetapi kejadian api memang baru timbul akhir-akhir ini. "Jadi lebih hati-hati dan dijaga. Misal kalau lagi jemur apa dilihatin. Memang sedikit trauma dan takut," katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro menyebut telah memasang dua CCTV di ruang depan dan ruang tengah Mutfiana. Hal ini untuk memantau ketika api kembali muncul dan harapannya bisa menguatkan temuan dari peneliti. "Rumahnya juga sering dimasuki orang. Jadi agar semua termonitor kalau ada kehilangan atau yang tidak pas," katanya. (del/laz)