Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas hingga Dua Kilometer, BPPTKG Minta Masyarakat Waspada

Delima Purnamasari • Selasa, 9 Juni 2026 | 19:30 WIB
STATUS SIAGA: Luncuran awan panas Gunung Merapi Selasa (9/6). (Dokumentasi BPPTKG)
STATUS SIAGA: Luncuran awan panas Gunung Merapi Selasa (9/6). (Dokumentasi BPPTKG)

SLEMAN - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran kemarin (9/6) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut pada pukul 08.59, estimasi jarak luncurnya mencapai dua kilometer.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan, awan panas guguran ini mengarah ke barat daya tepatnya pada hulu Kali Putih. Amplitudo tercatat maksimal 26,96 mm dengan durasi 136,83 detik. "Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," pesannya dalam keterangan tertulis Selasa (9/6). 

Baca Juga: Progres Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY Senilai Rp 293,8 Miliar Makin Mendekati Target, Sisa Pekerjaan Sekitar 20 Persen

Aktivitas Gunung Merapi selama periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 sendiri masih didominasi guguran lava dan aktivitas kegempaan vulkanik. Petugas BPPTKG mencatat 11 kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Krasak dan Kali Putih. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 75 meter di atas puncak kawah. 

Dia menegaskan, aktivitas Gunung Merapi masih dalam level III atau siaga. Potensi bahayanya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer, dan Sungai Gendol 5 kilometer.

Baca Juga: Api Masih Terus Muncul di Seyegan, Tim UGM Lacak Potensi Gas Bawah Tanah dengan Geolistrik

"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak," katanya. 

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Untuk itu masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Termasuk mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi," tambahnya. (del/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#balai penyelidikan dan pengembangan teknologi kebencanaan geologi (bpptkg) #Gunung Merapi #awan panas guguran #siaga #guguran lava