SLEMAN - Pemerintah pusat berencana melakukan reaktivasi sejumlah bandar udara di Indonesia, termasuk Bandara Adisutjipto. Kebijakan mengadakan kembali penerbangan komersial berjadwal ini disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, khususnya dinas pariwisata.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto mendukung penuh rencana ini. Para penumpang pesawat dinilai sebagai wisatawan potensial dengan banyak uang yang bisa mendongkrak perputaran ekonomi.
Baca Juga: Link Live Streaming Indonesia U19 vs Vietnam U19 di Piala AFF U19 2026, Perebutan Tiket Semifinal
"Paket wisata yang akan kami tawarkan pastinya berbeda dengan yang sudah ada sekarang," katanya Minggu (7/6).
Strategi utamanya adalah mengembangkan gastronomi dan wellness tourism atau wisata kebugaran. Untuk itu dilakukan kolaborasi bersama universitas, hotel, hingga sejumlah destinasi. Dua sektor ini dia yakini akan meningkatkan uang yang dibelanjakan para pelancong dan masa tinggal mereka selama berwisata.
Baca Juga: Gelombang Pantai Selatan Gunungkidul Naik hingga 3 Meter, Wisatawan Diminta Waspada
Kus mencontohkan, wisata gastronomi ini bukan hanya menyajikan kuliner. Namun, mengajak wisatawan untuk membeli bahan baku, mengolahnya, dan baru dikonsumsi. Lewat proses ini mereka jadi bisa memaknai filosofi di baliknya. Tak main-main, tarif paket semacam ini dia sebut bisa mencapai Rp 2,5 juta.
"Ketika nanti ada pesawat mulai mendarat dari asing dan lain sebagainya, saat itu sudah ada paket yang kami tawarkan," tambahnya.
Reaktivasi Bandara Adisutjipto diyakini juga bisa meningkatkan kunjungan di Merapi Golf yang selama ini wisatawannya menurun karena jauhnya akses dari Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo. Nantinya, akan didorong lewat penyelenggaraan acara berskala nasional bahkan internasional dengan daya jual lanskap Gunung Merapi agar meningkatkan kunjungannya.
Tidak hanya itu. Industri yang kaitannya dengan meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE) akan kembali hidup. Termasuk hotel di sekitar Bandara Adisutjipto yang kini dia sebut banyak mengalami mati suri. Harapannya angka kunjungan pariwisata Bumi Sembada bisa kembali pada puncaknya tahun 2017 dengan 8 juta kunjungan.
"Harapannya itu semakin banyak wisatawan karena memang semakin dekat aksesnya," kata Kus.
Sementara itu, General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi menjelaskan, sebagai operator bandara yang sekaligus menjalankan peran BUMN, perusahaan akan mengikuti setiap kebijakan dan arahan resmi dari pemerintah. Adapun saat ini Bandara Adisutjipto tetap beroperasi normal secara terbatas untuk jenis pesawat propeler dengan penerbangan rute domestik.
Dia sebut apabila terdapat kebijakan pemerintah untuk mengaktifkan kembali operasional pesawat jet di Bandara Adisutjipto, maka akan dilakukan kajian secara komprehensif. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kapasitas, keselamatan dan keamanan penerbangan, kualitas pelayanan, kenyamanan pengguna jasa, serta pengembangan konektivitas dan infrastruktur intermoda menuju Bandara Adisutjipto.
"Kami juga akan melakukan beberapa penyesuaian skenario operasional yang berlandaskan kebijakan dari regulator mengenai penataan operasional dan rute penerbangan," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita