Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Barang Terus Terbakar hingga Harus Kuras Septiktang, Kerugian Pemilik Rumah Seyegan Capai Rp 70 Juta  

Delima Purnamasari • Kamis, 4 Juni 2026 | 20:26 WIB
Pemilik rumah di Seyegan yang terus terbakar, Mutfiana. Delima Purnamasari/Radar Jogja
Pemilik rumah di Seyegan yang terus terbakar, Mutfiana. Delima Purnamasari/Radar Jogja

SLEMAN - Titik api masih terus muncul di rumah warga Seyegan, Sleman bernama Mutfiana. Sejak pertama kali muncul pada Jumat (22/5/2026) hingga Kamis (4/6/2026) ini tercatat sudah 97 titik api. Kondisi ini menyebabkan banyak barangnya yang sudah terbakar, usahanya berhenti, hingga mengeluarkan banyak biaya sebagai upaya penanganan. 

"Kalau lima hari yang lalu itu Rp 40 jutaan. Tapi kalau sampai saat ini belum menghitung lagi. Udah yowes lah, paling sekitar Rp 70 juta," katanya ditemui di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (4/6/2026). 

Nilai itu dari perkiraannya atas barang-barang terbakar. Termasuk pembongkaran dan penyedotan septiktang yang awalnya diduga jadi penyebab titik api. Lalu penggantian keramik hingga tembok-tembok yang rusak. Belum lagi alat pemadam api ringan (APAR) yang pada awalnya harus isi ulang mandiri.  

Baca Juga: Bukan Gas Metana, Titik Api Seyegan Diduga dari Hidrogen: Begini Penjelasan Detail dari Tim Peneliti UGM

Mutfiana mengaku, nilai tersebut belum termasuk menghitung dampak atas mandegnya usaha pemotongan ayam selama proses penelitian ini berlangsung. Untuk saat ini keluarganya bertahan dengan bantuan logistik dari pemerintah, keluarga, hingga warga sekitar.

APAR kini sudah sudah difasilitasi oleh tim pemadam kebakaran. Harapannya nanti bisa ada bantuan pemasangan blower atau kipas angin besar untuk bisa membantu mengeluarkan gas agar tidak lagi terakumulasi di rumahnya. 

"Sejauh ini bantuan memang logistik. Kalau uang tidak ada," katanya. 

Baca Juga: Dandan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek MBG

Dia menyebut, pemerintah juga sempat menawarkan untuk usahanya pindah dahulu di kios sementara tempat keluarganya tinggal. Hanya saja dia sebut kios ini statusnya masih menumpang dan belum jelas statusnya. Ketika nanti berpindah tentu harus dikontrak.

Baginya, hal terpenting adalah lokasi usaha yang tidak jauh dari lokasi rumah lama. Agar nantinya dia tidak kesulitan harus mencari pelanggan baru. 

"Mungkin nanti bisa dikasih tenda dulu atau apapun untuk sementara," tambahnya. 

Menurut Mutfiana, rumah yang terus terbakar itu berisi sepuluh orang. Hanya saja yang setiap waktu tinggal ada tujuh. Kondisi terus munculnya titik api ini yang membuat mereka harus pindah sementara diakui memang memberi tekanan psikologis. Keluarganya jadi minim tidur karena harus bergantian bersama jaga warga untuk terus memantau. 

Baca Juga: Menyusuri Dua Lokasi TKD yang Seret Lurah  Condongcatur Sleman Tersangka; Aktivitas di Gandok Lengang, Pringwulung Mati Suri

"Paling lama tidur tiga jam. Begadang terus, makan tidak nafsu juga," katanya. 

Dia mengaku tidak paham betul dengan apa yang terjadi di rumahnya. Harapannya agar kasus ini bisa ditangani dan segera selesai. Dia juga mempersilakan jika para ahli akan menggunakan rumahnya untuk penelitian lebih lanjut.

Agar nantinya juga mengurangi kekhawatiran warga sekitar jika api akan menyebar ke rumah mereka. Hanya saja harapannya kelangsungan keluarganya juga tetap bisa dipertimbangkan. 

"Barang-barang itu sudah berusaha kami kosongan. Tapi di tempat yang numpang itu minim tempat, jadi tidak bisa semuanya dipindah," katanya. (del

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#usaha berhenti #Seyegan #kerugian #terbakar #rumah warga