SLEMAN - Minat masyarakat DIY dalam menunaikan ibadah umrah tetap tinggi meski adanya gejolak konflik di kawasan Timur Tengah. Hal ini didukung dengan adanya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan demi perjalanan ibadah yang aman dan nyaman. Hal ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY Silvia Rosetti.
"Pengaruh konflik Timur Tengah tidak signifikan karena jamaah tetap antusias melakukan ibadah," katanya ditemui dalam kegiatan Jogja Umrah Travel Fair 2026, Rabu (3/6).
Hal ini tidak terlepas dari para biro umrah yang terus getol dan antusias melakukan pemasaran pada calon jemaah. Termasuk bersaing secara sehat lewat pemberian pelayanan prima dan informasi yang komunikatif. Pemberian paket yang ditawarkan juga dilakukan secara transparan sehingga calon jemaah tahu fasilitas dan layanan yang akan didapatkan.
"Memang kalau biro merugikan jemaah, kami tidak ada tempat lagi untuk memberikan izin," katanya.
Dia sebut ada satu kasus biro yang sampai dilakukan penutupan karena gagal memberangkatkan jamaahnya pada 2025 lalu. Untuk itu diberikan peringatan, pembekuan, hingga pencabutan izin. Silvia menyebut di DIY total ada 129 biro perjalanan umrah yang berizin. "Kami lakukan pengawasan dengan membentuk tim gabungan untuk bisa mencegah," katanya.
Sementara itu, Ketua Konsorsium Haji dan Umrah DIJ, Bayu Purnomo Wicaksono menjelaskan, untuk itulah diselenggarakan Jogja Umrah Travel Fair 2026. Acara yang digelar pada Rabu (3/6) hingga Minggu (7/6) di Plaza Ambarrukmo ini fokus pada promosi, edukasi, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap biro perjalanan ibadah.
"Kami hadir sebagai jembatan yang mempertemukan calon jemaah langsung dengan puluhan agen travel resmi dan terstandarisasi," katanya.
Langkah ini diambil sebagai komitmen panitia untuk memberikan rasa aman. Sekaligus meminimalkan risiko penipuan perjalanan ibadah yang marak terjadi. Stan pameran seluruhnya diisi oleh puluhan biro travel umrah dan haji terkemuka di Indonesia yang telah terjamin legalitasnya. "Kami ingin membangun kembali dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap brand travel resmi," tambahnya. (del)