SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemmkab) Sleman terus memacu transformasi digital di sektor pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah. Langkah ini ditandai dengan peluncuran transaksi non-tunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk parkir Pasar Godean.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Abu Bakar menjelaskan, implementasi QRIS pada layanan parkir Pasar Godean menjadi langkah strategis. Baik itu dalam meningkatkan kemudahan pembayaran, efisiensi pengelolaan retribusi, transparansi transaksi, serta mendukung inklusi literasi keuangan masyarakat.
Baca Juga: Molor! Pemohon Keluhkan Pengajuan Izin PBG Lambat, Harus Nunggu 2,5 Tahun: Ini Kata Hasto Wardoyo
"Keberhasilan implementasi digitalisasi daerah terus memerlukan komitmen bersama antara perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan," katanya saat peluncuran sekaligus penandatanganan berita acara komitmen pelaksanaan rencana aksi tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) di Hotel The Rich, Mlati, Sleman Selasa (2/6).
Dia sebut kegiatan ini bertujuan untuk mendorong percepatan implementasi transaksi non-tunai pada sektor pelayanan publik dan penerimaan daerah. Termasuk mendukung transparansi akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan transaksi daerah.
"Harapannya kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi peningkatan layanan publik dan kemandirian keuangan daerah," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, aksi ini merupakan upaya strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah dan mendongkrak pendapatan asli daerah. Dia berharap langkah ini tidak sekadar agenda ini sebagai seremoni belaka, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang terintegrasi. Mulai dari digitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah, optimalisasi kanal pembayaran non tunai, hingga penguatan sistem monitoring dan evaluasi yang berbasis data.
"Komitmen ini harus menjadi langkah nyata yang diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh perangkat daerah," ujar Danang.
Baca Juga: Libur Sekolah, Prambanan Bakal Diserbu Wisatawan, Begini Persiapan Yang Dilakukan
Menurut Danang, penggunaan QRIS di Pasar Godean ini juga menjadi salah satu bukti nyata adaptasi pasar tradisional terhadap perkembangan zaman. Langkah ini diambil guna memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat sekaligus menjaga akuntabilitas sirkulasi keuangan daerah. Sistem ini dipercaya dapat meminimalkan potensi kebocoran pendapatan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
"Melalui penerapan QRIS, transaksi parkir menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan transparan. Harapannya inovasi ini tidak hanya berhenti di Pasar Godean, tapi bisa diteruskan juga di pasar tradisional lainnya," jelasnya.
Editor : Sevtia Eka Novarita