SLEMAN - Terdapat 26 pejabat lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman yang dilantik di Pendopo Parasamya Selasa (2/6). Enam di antaranya adalah pejabat pimpinan tinggi pratama, termasuk sekretaris daerah (sekda) terpilih Abu Bakar. Pelantikannya memang terlihat begitu semarak. Terbukti dari berjejernya sejumlah karangan bunga di sekitar pendapa. Dia berhasil menyisihkan dua orang kandidat lainnya, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman Budi Santosa dan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Sleman Dwi Anta Sudibya.
Eks kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman ini mengaku, jabatan ini adalah amanah yang besar. Dia sebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan karena sekda bukan hanya sosok yang betugas dalam ranah administratif saja. Namun, komunikator pada lembaga legislatif, yudikatif, maupun instansi vertikal. Ini penting dalam rangka menjaga keharmonisan pemerintah ke depannya.
"Sleman tidak bisa berdiri sendiri, tentu harus ada kolaborasi dengan berbagai instansi," katanya.
Dia juga menyebut, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Baik itu terkait reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan, hingga pengawalan program prioritas bupati.
"Artinya saya harus mengordinir teman-teman untuk bisa menjalankan misi-misi ini," katanya.
Abu sendiri merupakan lulusan STPDN Jatinangor, Jawa Barat tahun 1993. Lalu melanjutkan pendidikannya di S1 Fisipol di Universitas Diponegoro. Selanjutnya, mengambil program magister ekonomi pembangunan di UGM. Ada berbagai pelatihan dan kursus yang pernah diikutinya. Mulai dari diklatpim, local economic regional development, hingga pelatihan uji calon komisaris/direktur BPR.
Di lingkungan Pemkab Sleman, Abu pernah menjabat sebagai sekretaris BKAD. Lalu dipindah menjadi sekretaris dinas perpustakaan dan kearsipan. Lalu kembali lagi menjadi sekretaris BKAD. Atas pengabdiannya dia telah dianugerahi penghargaan Satyalancana Karya Satya. Baik untuk masa kerja 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, rotasi dan promosi ini merupakan bagian dari komitmen dalam menjalankan sistem merit. Pelantikan ini adalah upaya pengisian jabatan kosong agar tidak perlu ada pelaksana tugas untuk sekda maupun kepala dinas. Lewat sistem manajemen talenta, pengisian jabatan berproses secara adil dan menghasilkan sosok terbaik dari seluruh kandidat. Penempatan didasarkan pada kompetensi, prestasi, dan kinerja.
"Kami enggak ada pesen-pesen apa pun, kami mencari yang terbaik. Bahkan ada informasi dulu ada uang enggak dukung saya gak masalah, saya pengen agar rukun sampai periode selesai," katanya saat memberi sambutan.
Dia ingin mereka yang terpilih bisa memperbaiki kelemahan yang terjadi selama ini. Khususnya dalam mengambil keputusan secara cepat. Apabila nantinya ada keluhan masyarakat, bisa dilakukan diskusi bersama agar persoalan segera terselesaikan. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita