Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tim Peneliti UGM Turun Tangan Selidiki Teror Api di Seyegan Sleman, Dugaan Awal Mengarah ke Gas yang Mudah Terbakar

Fahmi Fahriza • Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:03 WIB
Prof Alva Edy Tontowi. (Koordinator Tim PKPE, Fakultas Teknik UGM). Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Prof Alva Edy Tontowi. (Koordinator Tim PKPE, Fakultas Teknik UGM). Fahmi Fahriza/Radar Jogja

 

SLEMAN - Misteri kemunculan api berulang di rumah milik Agus Yani di Padukuhan Kasulan, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, terus menjadi perhatian berbagai pihak.

 Dalam sepekan terakhir api dilaporkan muncul puluhan kali secara acak dan membakar berbagai benda mudah terbakar di dalam maupun sekitar rumah.

Setelah sebelumnya tim Gegana Polda DIJ, Dinas ESDM DIJ, dan sejumlah peneliti melakukan pemeriksaan, Sabtu (30/5) pagi, tim dari Fakultas Teknik UGM turut melakukan observasi lapangan untuk mengungkap penyebab fenomena tersebut.

Baca Juga: Relawan Damkar Akui Bingung Hadapi Fenomena  Api Misterius di Seyegan Sleman, Septic Tank hingga Gas Rawa Diduga Jadi Penyebab 

Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM Prof Alva Edy Tontowi mengatakan, kunjungan itu masih berupa observasi awal dan belum sampai pada tahap pengambilan kesimpulan.

Menurutnya, tim yang diterjunkan terdiri atas sejumlah pakar lintas disiplin, mulai dari teknik mesin, teknik industri, teknik geologi, teknik sipil, teknik fisika hingga bidang nuklir.

"Fakultas Teknik UGM hari ini melakukan observasi awal. Kami ajak para ekspert dari berbagai bidang untuk melihat langsung kondisi di lapangan," ujarnya kepada Radar Jogja, Sabtu (30/5).

Baca Juga: Mudik ke Belanda, Van Gastel Buka Peluang Temui Calon Pemain PSIM Jogja, Termasuk Hubungi Stefan de Vrij

Dalam kunjungan itu, tim juga melakukan pengamatan terhadap sejumlah titik yang sebelumnya dilaporkan menjadi lokasi munculnya api. Namun, seluruh titik api telah padam ketika tim tiba di lokasi.

Meski demikian, berdasarkan hasil observasi awal, Prof Alva mengungkapkan terdapat dugaan sementara bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan keberadaan gas yang mudah terbakar. 

"Kalau dugaan awal, mungkin gas. Gas yang mudah terbakar atau flammable gas," katanya.

Namun demikian, ia menegaskan sumber maupun jenis gas yang dimaksud hingga kini masih belum dapat dipastikan. Di lingkungan rumah korban sendiri terdapat sejumlah potensi sumber yang masih perlu diteliti lebih lanjut. 

Mulai septic tank, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga kondisi bangunan yang relatif tertutup dengan ventilasi terbatas.


"Sumbernya belum tahu. Ada septic tank, ada IPAL yang usianya sudah cukup lama, lalu kondisi ruangan juga relatif tertutup. Potensinya kemungkinan gas, tetapi gas apa nanti harus kami lihat lebih lanjut," jelasnya.


Prof Alva mengatakan, observasi lapangan kali ini baru menjadi langkah awal sebelum tim melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan analisis lanjutan di laboratorium.

Baca Juga: Relawan Damkar Akui Bingung Hadapi Fenomena Api Misterius di Rumah Agus Yani Seyegan Sleman, Septic Tank Hingga Gas Rawa Disinyalir Jadi Penyebabnya

Rencananya, tim Fakultas Teknik UGM akan kembali ke lokasi pada awal pekan depan guna mengambil berbagai sampel yang diperlukan.

"Kemungkinan Senin kami kembali untuk ambil sampel. Setelah itu dibawa ke kampus dan dianalisis sesuai bidang keilmuan masing-masing," ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh hasil yang nantinya disampaikan kepada publik akan didasarkan pada analisis ilmiah, bukan sekadar dugaan awal. "Kalau sekarang ini masih hipotesis awal. Hasil yang nanti kami sampaikan adalah hasil yang sudah melalui analisis saintifik," katanya.

Prof Alva mengungkapkan, informasi mengenai fenomena itu kali pertama diketahui tim Fakultas Teknik UGM melalui media sosial yang ramai membahas kejadian tersebut beberapa hari terakhir.

 Dari diskusi internal yang berkembang di lingkungan kampus, muncul keinginan untuk berkontribusi melalui pendekatan keilmuan guna membantu mengungkap penyebab kejadian.

"Kami tahu informasi ini dari media sosial. Lalu teman-teman Fakultas Teknik berdiskusi dan merasa punya empati keilmuan untuk membantu mengkaji fenomena ini," ujarnya.

Sementara sembari menunggu hasil penelitian lebih lanjut, tim UGM juga memberikan sejumlah rekomendasi mitigasi kepada keluarga korban. Salah satunya dengan memindahkan barang-barang yang mudah terbakar ke area yang dianggap lebih aman.

"Barang-barang yang mudah terbakar seperti pakaian dan sejenisnya disarankan dipindahkan ke bagian rumah yang lebih aman untuk sementara waktu," katanya.

Baca Juga: Berikut Jadwal dan Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF U19 2026

Menurut Prof Alva, sejauh ini keluarga korban telah kooperatif dan mengikuti berbagai rekomendasi yang diberikan oleh pihak berwenang selama proses penyelidikan berlangsung.

 "Tuan rumah sejauh ini sudah mengikuti saran-saran dari pihak yang berwenang," tandasnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#UGM #Kebakaran #gas