Yogyakarta – Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas yang signifikan. Pada periode pengamatan Jumat (29/5/2026), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat satu kali awan panas guguran serta ratusan guguran lava.
Kepala BPPTKG melaporkan, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal mencapai tinggi 125 meter di atas puncak kawah. Cuaca di sekitar Merapi cerah hingga mendung dengan angin bertiup tenang ke arah timur, barat, dan utara.
Rincian Seismik 29 Mei 20261 Awan Panas Guguran dengan amplitudo 72 mm dan durasi 101,12 detik.
114 Guguran (amplitudo 2-23 mm, durasi 20,67-202,77 detik).
72 gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 2-40 mm).
11 gempa Vulkanik Dangkal.
1 gempa Tektonik Jauh.
Selain itu, teramati 12 kali guguran lava mengarah ke Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.Tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap pada Level III (Siaga).
Rekomendasi BPPTKG
BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya:
Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.
Sektor Tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol maksimal 5 km.
Lontaran material vulkanik pada letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis BPPTKG dalam laporannya.Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) saat hujan, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.
Status Saat Ini
Gunung Merapi (2.968 mdpl) yang berada di wilayah Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) masih dalam kondisi Siaga. Masyarakat dihimbau selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG serta tidak percaya pada hoaks yang beredar.
Sumber: Laporan resmi BPPTKG KESDM periode 29 Mei 2026.
Editor : Iwa Ikhwanudin