Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Tahun Masjid At-Taufiq Seyegan Sleman Konsisten Bagikan Daging Kurban dengan Kreneng

Delima Purnamasari • Rabu, 27 Mei 2026 | 19:45 WIB
RAMAH LINGKUNGAN: Warga Ngaran, Margokaton, Seyegan mengemas daging kurban dengan kreneng bambu yang dilapisi dun jati Rabu (27/5). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
RAMAH LINGKUNGAN: Warga Ngaran, Margokaton, Seyegan mengemas daging kurban dengan kreneng bambu yang dilapisi dun jati Rabu (27/5). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

SLEMAN - Distribusi daging kurban yang signifikan dengan kantong plastik berpotensi menambah jumlah sampah anorganik yang sulit terurai. Untuk itu, warga di sekitar Masjid At-Taufiq, Margokaton, Seyegan, Sleman mengantisipasinya dengan pembagian menggunakan anyaman bambu atau kreneng. Lalu untuk dagingnya diberi alas daun hati yang diperoleh dari lingkungan sekitar. 

Ketua Panitia Kurban Masjid At-Taufiq Nardi Sudomo menjelaskan, penggunaan kreneng memang disengaja sebagai upaya penghematan dan pengendalian sampah plastik. Program semacam ini dia sebut sudah konsisten berjalan selama lima tahun. "Jadi dikembalikan ke masa lalu. Dulu masyarakat bungkusnya dengan kreneng dan daun jati," katanya Rabu (27/5). 

Baca Juga: Komisi D DPRD DIY Soroti Kekerasan Jalanan Anak, Peran Keluarga Faktor Utama dalam Pengawasan Anak

Kreneng ini tidak dibuat sendiri. Tetapi dibeli di pasar tradisional setempat. Secara biaya memang lebih mahal dibanding membeli plastik. Hanya saja jadi upaya melariskan dagangan para perajin lokal. Di samping edukasi pada masyarakat setempat, termasuk para anak muda.  

"Dari pertemuan-pertemuan warga juga sudah diinformasikan untuk pengurangan sampah plastik," tambahnya. 

Baca Juga: Polresta Jogja Endus Pola Mafia dalam Pelarian Geng Pelajar ke Cilacap Jawa Tengah, Begini Penjelasannya

Hewan ternak yang disembelih di Masjid At-Taufiq sendiri ada tiga sapi dan lima ekor kambing. Seluruhnya dibungkus dalam 166 paket dalam kreneng dan dibagikan pada warga setempat. Menurut Nardi, pekerjaan rumah ke depannya adalah pemanfaatan isi perut atau rumen yang bisa digunakan untuk pupuk. Saat ini dari Masjid At-Taufiq rumen ini masih dibuang dan belum dimanfaatkan. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sugeng Riyanta menjelaskan, sesuai dengan edaran bupati penyelenggara kurban memang diimbau untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai. Bisa menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali atau yang bisa dikomposkan.  "Contohnya besek bambu, daun, thinwall, atau kemasan ramah lingkungan lainnya," tambahnya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Masjid At-Taufiq #kurban #Seyegan #kreneng #Kantong Plastik