Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Temuan Cacing Hati Sapi Kurban di Sleman Hampir Delapan Persen, Masyarakat Diminta Waspada dan Lakukan Ini!

Delima Purnamasari • Minggu, 24 Mei 2026 | 19:49 WIB
Suasana penjualan hewan kurban di kawasan Kotagede, Kota Jogja, Minggu (24/5/2026).  Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Suasana penjualan hewan kurban di kawasan Kotagede, Kota Jogja, Minggu (24/5/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

SLEMAN - Temuan kasus cacing hati pada sapi kurban di Sleman mencapai hampir delapan dalam dua tahun terakhir. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman meminta masyarakat waspada saat proses penyembelihan Idul Adha, meski daging ternak tetap aman dikonsumsi selama bagian hati yang terinfeksi disingkirkan.

Plt DP3 Sleman Sleman Rofiq Andriyanto mengatakan, jumlah kasus cacing hati sapi di Sleman saat Idul Adha 2024 mencapai 7,23 persen lalu meningkat jadi 7,99 persen pada 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding temuan cacing hati domba maupun kambing yang hanya di bawah satu persen.

Rinciannya untuk domba pada 2024 sebesar 0,15 persen dan 0,39 persen pada 2025. Lalu untuk kambing 0,43 persen pada 2024 dan 0,40 persen pada 2025.

Baca Juga: Muhammad Iqbal Bersyukur dan Tak Menyangka Gol Saltonya ke Gawang Madura United Dinobatkan sebagai Best Goal Super League Musim 2025/2026

Dengan tren tersebut temuan cacing hati memang diasumsikan antara delapan sampai sepuluh persen. Jika sapi yang disembelih ada 9.000 maka 900 di antaranya berpotensi ada kasus cacing hati sehingga masyarakat diminta untuk waspada.

"Hanya saja untuk penanganannya sederhana. Hati bisa disingkirkan sementara bagian lain bisa dikonsumsi biasa," kata Rofiq, Minggu (24/5/2026). 

Cacing ini dia sebut bisa dilihat kasat mata berwarna putih. Kalau pun tidak terlihat adanya cacing, biasanya hati ternak akan ditemukan lubang-lubang. Ketika sudah ada indikasi semacam itu bisa langsung disingkirkan. 

Selama proses kurban sendiri telah disiapkan 301 orang petugas pemantauan termasuk untuk memantau temuan cacing hati ini. Mereka akan melakukan pemeriksaan antemortem untuk melihat kesehatan ternak sebelum disembelih.

Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Brentford Premier League Minggu 24 Mei 2026, The Reds Ingin Amankan Tiket Liga Champions

Lalu pemeriksaan postmortem untuk melihat organ ternak usai disembelih. Rofiq memperkirakan akan ada 2.500 hingga 2.600 tempat penyembelihan baik itu di masjid atau kelompok masyarakat. Untuk itu satu petugas akan memantau delapan lokasi.

"Penyembelihan tidak semua dilakukan hari H, ada juga yang geser ketika hari tasyrik," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Lina Nur Islamiyyah Yunus mengatakan, ternak yang mengalami cacing hati ringan memang tidak mudah terdeteksi saat hidup. Tetapi ketika sudah dalam kondisi sedang ke berat biasanya terlihat dari hewan yang lemas dan kurus. 

"Cacing hati ini bisa mati ketika direbus dengan suhu 60 derajat sehingga ini juga bisa diantisipasi ketika memasak," ujarnya. (del/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#proses penyembelihan #Sleman #sapi kurban #idul adha #cacing hati