SLEMAN - Kalurahan Purwomartani, Kalasan, kini memiliki wadah baru sebagai sarana edukasi fisik dan mental serta kepribadian pemuda. Menyusul diresmikannya Satlat Tarung Derajat Purwa Wiratama, Minggu (24/5/2026).
Anggota Komisi A DPRD Sleman Marsono, yang juga bertindak sebagai pelindung Satlak Tarung Derajat Purwa Wiratama, mengatakan, momentum ini penting bagi warga Purwomartani dalam menyediakan sarana pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, kehadiran organisasi bela diri ini menjadi langkah nyata dalam membina generasi muda di wilayah Kabupaten Sleman, khususnya di Purwomartani. Agar memiliki karakter yang tangguh dan terhindar dari pengaruh negatif. "Tarung derajat bukan sekadar bela diri, melainkan wadah pembentuk kedisiplinan, akhlak, dan mental juara bagi generasi muda," tuturnya di sela acara.
Marsana optimistis, dengan disiplin dan latihan yang intensif, anak-anak muda mampu membangun kemandirian, tanggung jawab, dan moralitas yang baik sejak dini. Sehingga akan terjauhkan dari kenakalan remaja.
Marsana berharap, keberadaan Satlak Tarung Derajat Purwa Wiratama bisa bersinergi dengan pemerintah dalam pembinaan semangat para atlet muda. Guna menelurkan atlet-atlet muda berprestasi yang akan membawa nama baik desa dan kabupaten hingga ke kancah nasional.
"Satlat ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki mentalitas juara dan akhlak yang mulia," ujar Marsana. "Mari bergabung dan tempa diri menjadi pribadi yang mandiri dan berprestasi. Jadikan bela diri sebagai sarana pembentuk karakter bangsa," ajaknya.
Dalam peresmian Satlak Tarung Derajat Purwa Wiratama sekaligus dilakukan pelantikan dan pengukuhan kepengurusan olahraga bela diri tersebut untuk tingkat Kalurahan Purwomartani. Pelantikan dilaksanakan oleh pengurus daerah Kabupaten Sleman. Disaksikan lurah Purwomartani dan jajaran Muspika Kalasan.
Ketua Satlat Tarung Derajat Purwa Wiratama Tri Wendha Cahyono turut mengajak generasi muda untuk mengambil langkah perubahan melalui kegiatan bela diri. Agar para remaja harus bisa melepas ketergantungan pada gawai dan lebih aktif bersosialisasi serta berolahraga. "Kami menolak narkoba sebagai musuh utama masa depan bangsa. Juga menolak keterlibatan dalam geng motor atau organisasi tanpa bentuk yang sering kali merugikan diri sendiri dan masyarakat," tegasnya.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji