SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman segera memiliki sekretaris daerah (sekda) baru, lantaran Susmiarto akan memasuki masa pensiun pada Senin (1/6) mendatang. Saat ini sudah ada tiga besar yang jadi kandidat pengganti. Di antaranya adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman Budi Santosa, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Sleman Dwi Anta Sudibya, dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sleman Abu Bakar. Pemilihan sekda ini tidak melalui proses lelang, tetapi lewat mekanisme manajemen talenta atau dikenal talent pool.
Kepala Bidang Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sleman Yanuar Purnomo Putro mengonfirmasi hal ini. Dia turut membenarkan bahwa sebelum ini untuk pengisian jabatan kepala dinas memang masih lewat prosesi lelang. Manajemen talenta ini diterapkan langsung untuk posisi sekda.
Baca Juga: ASN Bantul Wajib Gunakan Kendaraan Non-Fosil Setiap Jumat
"Pemkab Sleman sudah dapat predikat sistem merit sangat baik. Jadi pengisian jabatan tinggi pratama bisa menggunakan manajemen talenta ini," katanya dihubungi, Jumat (22/5).
Dari tiga calon tersebut, Abu berada diranking pertama, diikuti Sudibya, dan terakhir Budi. Meski demikian, Yanuar menyebut yang berada diranking satu tidak serta-merta langsung terpilih karena keputusan tetap ada pada bupati. Untuk saat ini nama tiga calon tersebut sudah diajukan pada gubernur DIJ untuk dilakukan persetujuan pelantikan calon sekda definitif. Pelantikan ini ditarget bisa dilangsungkan pada Selasa (2/6) mendatang.
"Jadi nanti tidak perlu penunjukan penjabat, langsung definitif. Arahannya seperti itu," ucapnya.
Tiga orang ini sebelumnya terpilih dari sepuluh kandidat. Tujuh lainnya adalah Budi Pramono, Heri Kuntadi, Triana Wahyuningsih, Mustadi, Arifin, Wisnu Murti Yani, hingga Nur Fitri Handayani. Lewat sistem ini, Yanuar mengatakan para calon memang tidak mendaftar dahulu, tetapi dilihat lewat boks-boks talenta. Mereka yang berada di boks terbaik 7, 8, 9 bisa diproses dalam pengisian jabatan. Lalu berlanjut pada tahap wawancara dengan akademisi.
"Memang tidak semua eselon dua bisa jadi kandidat. Ada yang mau pensiun dan ada juga yang nilainya belum memenuhi," ujarnya.
Menurut Yanuar, ada dua sumbu penilaian yang diterapkan dalam menentukan pegawai pada boks-boks ini. Pertama, sumbu kinerja dengan indikator nilai sasaran kerja pegawai (SKP), penghargaan yang diperoleh, penugasan dalam tim. Ditambah dengan umpan balik 360 derajat yang berupa nilai dari atasan, bawahan, dan rekan kerja. Kedua, sumbu potensi dari hasil asesmen pegawai, kualifikasi pendidikan, rekam jejak, hingga moralitasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita