Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sentra Tenun Pakelarum Sleman Tembus OVOP Kemenperin, Dorong Peluang Ekspor Produk Lurik

Nanang Febriyanto • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:35 WIB
MENJAGA WARISAN : Seorang perajin menyelesaikan proses penenunan kain lurik menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Sentra Tenun Lurik dan Stagen Pakelarum, Sumberarum, Moyudan, Sleman. (Kharisma Elang Dewangga/Radar Jogja)
MENJAGA WARISAN : Seorang perajin menyelesaikan proses penenunan kain lurik menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Sentra Tenun Lurik dan Stagen Pakelarum, Sumberarum, Moyudan, Sleman. (Kharisma Elang Dewangga/Radar Jogja)

 

SLEMAN – Sentra Industri Tenun Lurik dan Stagen di Padukuhan Pakelarum, Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman terus menunjukkan eksistensinya sebagai warisan budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat lokal di tengah perkembangan industri fashion modern dan produk tekstil impor.

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menilai industri tenun tradisional tidak hanya dituntut menjaga nilai budaya, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren pasar.

Baca Juga: Rupiah Terus Anjlok, Masuk Daftar Lima Besar Mata Uang Terlemah Dunia

Kepala Disperindag Sleman Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T menyampaikan sentra tenun lurik dan stagen Pakelarum memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai produk ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Produk lurik dan stagen tidak cukup hanya dikenal sebagai kain tradisional, tetapi juga perlu masuk ke pasar fashion modern, souvenir wisata, hingga pemasaran digital,” ujarnya.

Berbagai inovasi produk pun mulai dikembangkan, mulai dari tas, dompet, outer, kemeja modern, tempat pensil, aksesoris, hingga dekorasi interior.

Inovasi dilakukan agar produk tradisional lebih diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang dimiliki.

Baca Juga: Jadi Terduga Pelaku Kekerasan Seksual, UPN Veteran Yogyakarta Nonaktifkan Sementara Enam Dosen dan Ganti Satu Dosen Tamu

Selain terus berinovasi, kualitas produk tenun Pakelarum juga mulai mendapat pengakuan nasional.

Salah satu pelaku usaha di sentra tersebut telah ditetapkan sebagai IKM OVOP (One Village One Product) Bintang 1 oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Tahun 2024.

Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa produk lurik dan stagen asal Sleman dinilai memiliki keunggulan produk, kekhasan daerah, kualitas produksi, serta potensi pengembangan pasar yang baik.

Status IKM OVOP Bintang 1 juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku industri untuk memperoleh pendampingan pengembangan usaha, promosi nasional, akses pameran, hingga perluasan jejaring pemasaran dan peluang ekspor.

Baca Juga: Persita Tangerang vs Persis Solo, Milomir Seslija: Laskar Sambernyawa Akan Terus Berjuang

Sebagai bentuk dukungan, Disperindag Sleman terus melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM tenun melalui pelatihan desain produk, penguatan branding, hingga pemanfaatan marketplace dan media sosial sebagai sarana promosi.

Ketua Sentra Tenun Lurik dan Stagen Pakelarum Dwi Susilowati menyampaikan bahwa peluang ekspor produk lurik semakin terbuka karena tingginya minat pasar luar negeri terhadap produk handmade dan berciri budaya lokal.

“Produk lurik memiliki nilai budaya dan keunikan tersendiri sehingga berpotensi diminati pasar internasional,” ujarnya.

Dengan perpaduan antara pelestarian budaya, inovasi produk, digitalisasi pemasaran, dan pengakuan nasional melalui program OVOP, Sentra Tenun Pakelarum diharapkan mampu terus berkembang menjadi ikon industri kreatif berbasis budaya khas Sleman yang berdaya saing global. (naf)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Peluang Ekspor #Sentra Tenun Pakelarum Sleman #OVOP #Produk Lurik #kemenperin