Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati Hari Kebangkitan Transportasi Online, 200 Ojol Gelar Doa Bersama di Sleman

Delima Purnamasari • Rabu, 20 Mei 2026 | 14:05 WIB
Doa bersama oleh ojol dari berbagai platform yang tergabung dalam Wakanda - Delima Purnamasari/Radar Jogja
Doa bersama oleh ojol dari berbagai platform yang tergabung dalam Wakanda - Delima Purnamasari/Radar Jogja

SLEMAN - Sekitar 200 ojek online (ojol) menggelar aksi doa bersama dalam rangka memperingati hari kebangkitan transportasi online pada Rabu (20/5) di Gedung Serbaguna Sleman.

Mereka berasal dari berbagai platform aplikasi, seperti Gojek, Grab, Maxim, hingga Jogjakita yang tergabung dalam Wadah Komunikasi Antar Driver Aktif (Wakanda) Yogyakarta. 

Ketua Wakanda Yogyakarta, Rie Rahmawati menjelaskan, acara ini adalah bentuk solidaritas untuk mempererat hubungan driver dari seluruh aplikator. Mereka memang sengaja tidak ikut serta dalam aksi konvoi yang diselenggarakan oleh sejumlah ojol lain. 

"Biar yang konvoi-konvoi, kami akan membersamai dengan doa bersama. Kami juga bagikan bantuan sosial dan buat acara hiburan," kata perempuan yang akrab disapa Wuri ini saat ditemui di sela-sela acara. 

Pemilihan lokasi di Kabupaten Sleman sendiri karena dari pemerintah kabupaten turut memfasilitasi tempat yang luas. Para driver juga bisa sembari menyalakan aplikasinya karena lokasi acara yang strategis. 

Baca Juga: Pidato Prabowo, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi di Kisaran 5,8 - 6,5 Persen RAPBN 2027

Meski demikian, dia menegaskan bahwa mereka tetap mengawal empat tuntutan yang disampaikan saat audiensi bersama DPRD DIJ pada Senin (18/5) lalu.

Mulai dari dugaan pelanggaran regulasi Kepmenhub Nomor KP 1001 Tahun 2022, revisi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang perlindungan pekerja transportasi online, pembuatan undang-undang transportasi online, serta sejumlah kendala yang terjadi di lapangan. 

Seluruh tuntutan itu dia sebut bertujuan untuk memastikan kesejahteraan para ojol. Apalagi kondisi saat ini sangat sulit, terutama bagi driver pengantar makanan dan barang saat dapat dobel atau tripel pesanan secara langsung.

Sekali pengantaran mereka hanya mendapat Rp 9.600 hingga Rp 10.000. Itu belum dipotong dana yang harus mereka keluarkan untuk operasional, seperti bensin maupun perawatan kendaraan. 

"Kalau akunnya bagus masih bisa bawa pulang Rp 100 ribu sehari, kalau agak kurang dapat Rp 50 ribu sudah bagus," katanya. 

Atas segala tuntutan ini Wuri katakan memag sudah mulai ada respons baik. Salah satunya dengan penghapusan Goride Langganan Gacor untuk pengemudi sehingga ada penurunan biaya aplikasi menjadi delapan persen. Angka ini lebih kecil dari sebelumnya sebesar 20 persen yang didasarkan pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1001 Tahun 2022.

"Tadi malam kami juga dapat info kalau Grab juga akan menghilangkan program serupa yang berbayar itu. Kami akan terus mengawal," katanya. 

Wuri menegaskan, Wakanda akan terus bergerak sampai seluruh tuntutan dipenuhi. Hanya saja prioritasnya adalah menggunakan jalur audiensi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Prediksi Skor Freiburg vs Aston Villa Final Europa League Kamis 21 Mei 2026, The Villans Besutan Unai Emery Diunggulkan

"Dari DPRD Provinsi kemarin sudah direspons bagus dan akan menyediakan jalur audiensi kembali," tambahnya. 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman Makwan yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, pemerintah siap berkolaborasi dengan para ojol untuk turut mendorong kesejahteraan mereka. Termasuk menyediakan fasilitas pendukung apabila diperlukan pada saat acara. 

"Harus bangga dengan pekerjaan sebagai ojol, jangan malu," terangnya. (del)

Editor : Bahana.
#Sleman #ojol #kebangkitan nasional #HARI KEBANGKITAN NASIONAL #Ojek Online