Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Alokasikan Rp 8,6 Miliar untuk Perbaikan Jalan Desa, Setiap Kalurahan Akan Dapat Anggaran Rp 100 Juta: Bisa Aspal atau Cor Beton

Delima Purnamasari • Kamis, 14 Mei 2026 | 19:01 WIB
Warga melintas di salah satu jalan penghubung antar dusun di Desa Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Sleman, Kamis  (14/5/2026). (Guntur Aga/Radar Jogja)
Warga melintas di salah satu jalan penghubung antar dusun di Desa Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Sleman, Kamis (14/5/2026). (Guntur Aga/Radar Jogja)

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Sleman mengalokasikan anggaran Rp 8,6 miliar untuk perbaikan jalan desa di 17 kapanewon. Ruas jalan yang akan diperbaiki disesuaikan usulan lokasi prioritas dari pemerintahan kalurahan (pemkal). Perbaikan jalan ini direncanakan dimulai awal Juni mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Sukarmin mengatakan, insentif ini diberikan sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 16 tahun 2026 tentang Pembangunan Jalan Desa oleh Pemerintah Kabupaten. Sampai saat ini prosesnya sudah masuk tahap perencanaan desain jalan yang direncanakan selesai pada Kamis (21/5/2026) mendatang. 

"Rencana perbaikan jalan desa dijadwalkan mulai pada awal bulan Juni," katanya, Kamis (14/5/2026). 

Baca Juga: Momen Long Weekend, Malioboro Masih Lengang dan Hotel Belum Ramai: Ini Penyebabnya!

Sukarmin menjelaskan, dari total anggaran Rp 8,6 miliar ini, asumsinya jika dibagi rata pada 86 kalurahan makan masing- masing dapat insentif alokasi Rp 100 juta.  Sementara instansi ini akan melakukan verifikasi lapangan dan pengecekan kebutuhan pemeliharaannya. Dia menyebut, pembangunan jalan desa ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Bisa dengan aspal atau cor beton. 

"Misalnya kebutuhannya untuk nambal juga bisa. Intinya kami fleksibel untuk penanganan jalan," ujarnya. 

Bantuan stimulan aspal di kalurahan terakhir dijalankan pada 2010. Setelah program tersebut berhenti, belum ada lagi alokasi program serupa untuk menangani jalan desa. Kerusakan jalan yang terjadi dia sebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari beban kendaraan berlebih, curah hujan tinggi, kualitas material kurang baik, sistem drainase buruk, dan umur jalan yang sudah tua.

Baca Juga: Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Kota Jogja Terus Bertambah 

Lewat bantuan ini dia berharap konektivitas antarkalurahan bisa semakin mudah. Termasuk bisa memperlancar mobilisasi alat, manusia, dan barang sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Adanya sinergi antara pemerintah kabupaten dengan kalurahan harapannya bisa memberi dampak positif," tambahnya. 

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, ketersediaan infrastruktur yang baik akan memudahkan kegiatan apa pun. Mulai dari kegiatan sosial, ekonomi, hingga pendidikan. Baginya jalan adalah modal dasar kebutuhan masyarakat. 

"Kalau jalannya halus aktivitas akan dimudahkan karena semua memerlukan," ujar Harda. (del/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#aspal #Cor Beton #Sleman #jalan desa #perbaikan