SLEMAN - Pendaftaran siswa baru sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) akan dimulai pada Juni. Dalam rangkaian sistem penerimaan murid baru (SPMB) kali ini, ada sejumlah perbedaan ketentuan jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ponidi menjelaskan, perbedaan pertama adalah untuk asesmen bagi calon siswa disabilitas ada pada jalur afirmasi. Sebelumnya asesmen ini bisa dilakukan di Puskesmas. Tetapi tahun ini harus dilakukan di RSUD Sleman maupun RSUD Prambanan.
"Pelaksanaan di rumah sakit dikordinir oleh dinas kesehatan dan yang membiayai dari dinas sosial. Jadi kami kolaborasi," katanya dihubungi Rabu (13/5).
Perbedaan selanjutnya ada di jalur mutasi. Selumnya jalur mutasi bisa digunakan oleh anak dari guru maupun tenaga pendidik (tendik) yang ikut tugas orang tuanya. Sementara tahun ini hanya bisa digunakan oleh anak dari guru.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Harga Cabai Rawit Merah di Kulon Progo Tembus Rp 100 Ribu di Pasaran
Kebijakan berbeda juga diterapkan pada jalur pretasi. Pada tahun ini ada pemecahan jenis prestasi. Ada jalur prestasi khusus bagi mereka yang juara nasional 1, 2, 3 atau memperoleh medali emas, perak, perunggu. Sesuai dengan cabang lomba yang sudah dituliskan di petunjuk teknis, seperti olimpiade sains nasional (OSN), olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN), festival lomba seni dan sastra siswa nasional (FLS3N), dan lomba bertutur tingkat nasional.
Ada juga prestasi daerah yang diperuntukkan bagi siswa yang mewakili Bumi Sembada dalam cabang tertentu di tingkat provinsi. Misalnya, dalam kompetisi pekan olahraga pelajar daerah (POPDA) dan pekan olahraga daerah (PORDA) yang mendapat juara.
"Untuk prestasi umum tetap ada dengan catatan nilai gabungan antara TKA dan TKD dikali 80 persen ditambah 20 persen rapor jumlah minimalnya 245," ujar Ponidi.
Sementara itu, Kepala Seksi Kelembagaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Sartini menjelaskan, pada waktu pelaksanaan SPMB ini akan dibuka posko layanan. Baik itu secara daring maupun luring di kantor dinas pendidikan.
"Bisa juga ke koordinator wilayah masing-masing. Ada petugas kami yang akan membantu pelaksanaan pendaftaran," ujarnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita