SLEMAN - Program beasiswa pendidikan menengah sangat penting membuka akses pendidikan bagi masyarakat miskin. Bantuan itu memungkinkan para pelajar bisa tetap berprestasi tanpa memikirkan kendala biaya. Anggota Komisi D DPRD DIY Sri Muslimatun mengakui, alokasi anggaran beasiswa sudah tersedia. Persoalannya tak semua masyarakat yang membutuhkan mengetahui program tersebut.
“Sehingga sosialisasi ini untuk menyebarluaskan informasi. Lewat sosialiasi membuktikan pemerintah daerah hadir bersama masyarakat," kata Muslimatun saat menjadi narasumber Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah di Dusun Mesan Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati, Sleman, Selasa (12/5).
Mantan wakil bupati Sleman ini mengakui, tak jarang masyarakat miskin mengambil langkah nekat ketika harus segera membayar kebutuhan pendidikan. Salah satunya, mengajukan pinjaman online dengan bunga tinggi. Langkah ini menyesatkan. Muslimatun berpesan jangan sampai terjadi. “Harapannya lewat sosialisasi ini masyarakat menjadi tahu karena pemerintah siap memastikan hak-hak mereka,” terangnya.
Baca Juga: DPUPKP Bantul Akan Perbaiki Lima Jembatan yang Rusak, saat Ini Masih Dalam Proses Lelang
Hanya saja dia mengingatkan, tidak serta-merta bantuan beasiswa dapat disalurkan. Ada prosedur yang harus dijalani agar anggaran bisa tepat sasaran. Dia menilai, pentingnya pemangku wilayah terdekat, seperti RT, RW, hingga dukuh ikut melakukan pemantauan. "Kalau dia memang orang mampu, ya jangan diberi rekomendasi. Tidak boleh itu. Harus tepat sasaran," pintanya.
Beasiswa pendidikan menengah ini diberikan agar tidak ada kasus pelajar putus sekolah di DIY karena kendala biaya. Apalagi sekarang sekolah negeri sudah gratis. Sedangkan bagi pelajar di sekolah swasta masih memiliki kewajiban untuk membayar. Program beasiswa ini juga menyasar siswa yang belajar di sekolah swasta.
Ada tiga jenis beasiswa. Pertama, beasiswa kartu cerdas bagi siswa tidak mampu yang menempuh pendidikan SMA/SMK di DIY. Kedua, beasiswa retrieval bagi siswa SMP yang tidak bisa melanjutkan sekolah dan siswa SMA/SMK yang putus sekolah. Ketiga, beasiswa jaminan kelangsungan pendidikan bagi lulusan SMA/SMK swasta yang ijazahnya ditahan karena masih memiliki kekurangan biaya administrasi sekolah.
Baca Juga: Sapi Bantuan Presiden di Kota Jogja Bakal Disembelih di Pemukiman Bantaran Sungai, Ini Lokasinya
Meski demikian, Muslimatun mengakui, realita di lapangan masih ditemukan kasus anak tidak bisa mengakses pendidikan karena faktor ekonomi. Harapannya, peserta sosialisasi bisa menjadi kader yang bisa menyebarluaskankan informasi. Setiap anak umur sekolah memiliki hak mengenyam pendidikan hingga tingkat menengah atas.
Staf Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Andiyanto Eko S menjelaskan, beasiswa pendidikan menengah diberikan dalam rangka menjamin keberlangsungan belajar peserta didik dari keluarga kurang mampu. Tujuannya dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pendidikan. "Mekanismenya nanti dari sekolah yang mengajukan usulan calon penerima beasiswa ke dinas. Lalu akan dilakukan seleksi," terang Andiyanto. (del/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita