Yazid menceritakan, masih sering mendapatkan keluhan warga yang tidak bisa membayar biaya pendidikan. Lalu ijazahnya ditahan, padahal merupakan tanda kelulusan sekolah. Menyikapi itu, Pemda DIY hadir melalui bantuan beasiswa pendidikan menengah. “Fokus dari beasiswa ini pada penanganan siswa miskin, putus sekolah, dan siswa yang ditahan ijazahnya,” ujar Yazid saat sosialisasi di Joglo Tan Dakawon, Sumbersari, Moyudan, Sleman pada Jumat (8/5).
Menurut dia, ada tiga jalur yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Pertama, beasiswa Kartu Cerdas bagi siswa tidak mampu yang menempuh pendidikan SMA/SMK di DIY. Alokasi anggarannya Rp 7,5 miliar untuk 5.000 siswa. Kedua, beasiswa Retrieval bagi siswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK. Alokasinya Rp 300 juta untuk 100 siswa. Ketiga, beasiswa Jaminan Kelangsungan Pendidikan bagi mereka yang ijazahnya ditahan di sekolah swasta. Anggarannya mencapai Rp 500 juta. Setiap siswa maksimal mendapatkan bantuan Rp 4 juta.
“Program ini memang sesuai kewenangan pemerintah provinsi yang khusus menaungi SMA/ SMK,” terangnya. Namun demikian, bila masyarakat mengalami masalah pembiayaan pendidikan di jenjang SD dan SMP, Yazid tetap membuka ruang komunikasi untuk dihubungkan dengan pemangku kepentingan setempat.
Baca Juga: Belasan Warga Karangsari Kulon Progo Keracunan, Diduga usai Menyantap Nasi Kenduri Acara Pernikahan
Diakui, penyelenggaraan program pendidikan menghadapi tantangan tersendiri di tengah sempitnya anggaran sebagai imbas efisiensi. Meski demikian, program beasiswa pendidikan menengah ini tetap menjadi prioritas. "Efisiensi memang sangat berpengaruh. Alhamdulillah program ini tetap bisa dianggarkan," tandasnya.
Yazid mengingatkan, masih banyak masyarakat DIY yang tidak mampu mengakses pendidikan. Banyak juga yang tidak tahu mengenai fasilitas beasiswa ini. Karena itu, penting dilakukan sosialisasi dengan mengundang 50 peserta berasal dari perwakilan dan tokoh masyarakat. Harapannya peserta yang hadir bisa menjadi kader untuk menyampaikan materi sosialisasi ke warga lainnya. Dengan begitu, bantua bisa disalurkan secara tepat sasaran. Melalui sosialisasi itu masyarakat diberikan informasi mengenai tata cara mengakses, persyaratan, hingga lini masa bantuan beasiswa.
Baca Juga: Kemarau Panjang Ancam Gunungkidul, DPP Pastikan Ribuan Hektare Padi MT II Masih Aman Panen
"Jangan sampai warga yang mampu merasa tidak mampu dan memanfaatkan program ini sehingga bantuan tidak tepat sasaran," ujar Yazid. Tidak hanya bantuan pendidikan menengah, Yazid juga menilai perlunya memberikan perhatian kepada guru honorer. Masih banyak dari mereka yang mendapatkan insentif Rp 300 ribu per bulan, padahal mereka memiliki peran signifikan bagi kemajuan pendidikan.
Dia memastikan Komisi D DPRD DIY akan terus membersamai kegiatan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY menyelenggarakan program-program yang menunjang pendidikan masyarakat. Harapannya, program dari kolaborasi eksekutif dan legislatif bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. "Tujuan utamanya, masyarakat bisa mengakses program semacam ini dan merasakan manfaatnya," papar Yazid. (del/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita