SLEMAN - Sebelas bayi dievakuasi dari sebuah rumah di Dusun Randu, Hargobinangun, Pakem, Sleman pada Jumat (8/5) lalu.
Pantauan Radar Jogja di lokasi rumah yang jadi tempat penampungan bayi ini sudah tampak kosong.
Di rumah dengan tembok batu ini hanya tampak pakaian bayi yang di jemur di samping bangunan.
Warga sekitar menjelaskan sudah tidak ada aktivitas apa pun di rumah ini.
Mereka juga tidak ada yang dimintai bantuan untuk mengurus bayi.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sigit Indarto menjelaskan, dari sebelas bayi, dua di antaranya sudah diambil orang tua.
Lalu tiga orang dibawa ke rumah sakit dan sudah ditunggui orang tuanya.
Lalu enam lainnya dititipkan ke Balai Rehabilitasi Sosial Pengasuhan Anak (BRSPA).
Penitipan ini dilakukan sembari menunggu bayi diambil orang tuanya.
Dia sebut akan dilakukan rapat terkait tindak lanjut dan kesepakatan perihal anak-anak yang dititipkan ke BRSPA ini.
"Infonya itu dititipkan ke ibunya bidan. Makanya kok sampai dititipkan ke bidan itu yang lagi dilidik PPA Polres. Kita tunggu infonya, mungkin Senin," katanya dikonfirmasi, Minggu (10/5).
Disinggung soal anak-anak ini yang merupakan hasil hubungan di luar nikah, dia sebut informasi ini belum terkonfirmasi.
Pihaknya baru mendapat info pada Jumat sore dan masih menunggu hasil pemeriksaan di Polresta Sleman dahulu.
Sementara itu, Lurah Hargobinangun Amin Sarjito menegaskan, rumah ini bukan penitipan balita.
Hanya ada orang luar yang memiliki rumah di Hargobinangun.
Selama ini rumah permanen tersebut tidak ditempati, tetapi memang kondisinya cukup bagus.
"Aslinya itu bidan di Gamping. Dia punya klinik sama orang tuanya. Bidan itu menampung balita-balita. Mungkin karena di Gamping itu tempatnya penuh, terus dibawa ke wilayah kami," katanya.
Dia turut membenarkan bahwa ada sebelas balita yang ditemukan di rumah ini.
Saat polisi datang dia turut datang ke lokasi. Sebagian bayi sebut dalam kondisi tidur di kasur tipis ada juga yang di kasur tebal.
Berdasarkan keterangan petugas Puskesmas, delapan bayi dia sebut dinyatakan sehat.
Sementara tiga bayi ada indikasi kurang sehat karena gejala kulit berwarna kuning hingga kelainan jantung.
Persoalan kasus ini dia sebut karena tidak adanya izin apa pun dari pemilik terhadap pemangku wilayah.
Hingga akhirnya pihaknya mendapat laporan dari masyarakat dan dilakukan pengecekan lokasi bersama kepolisian, dinas sosial, hingga panewu.
Baca Juga: Pelatih dan Kapten Brentford Kritik Keputusan Wasit Dalam Kekalahan dari Manchester City
"Yang bersangkutan itu kurang lebih baru satu minggu," ujarnya. (del)
Editor : Iwa Ikhwanudin