SLEMAN - Tidak semua wilayah di Kabupaten Sleman sudah tersambung dengan jaringan perpipaan perusahaan daerah air minum (PDAM). Hal ini jadi tantangan tersendiri untuk memastikan ketersediaan air bersih di Bumi Sembada.
Direktur PDAM Tirta Sembada Bernadus Edy Nugroho menjelaskan, saat ini sudah memiliki 46.200 pelanggan dan menargetkan akan ada tambahan 3000 pelanggan baru. Dia mengaku optimistis target ini bisa dipenuhi karena kebutuhan air masyarakat terus meningkat dan sudah ada 1.400 yang masuk dalam daftar tunggu. Persoalannya, dia mengakui jika memang sebaran jaringan perpipaan yang belum merata, khususnya di Sleman barat.
"Hal ini juga karena sumber air di Sleman barat yang terbatas. Mau ambil dari sistem penyediaan air minum atau SPAM regional juga belum mengcover," katanya ditemui di kantornya, Senin (4/5).
Dia menyebut, yang jadi pekerjaan rumah untuk mencari sumber air memang sleman barat bagian utara. Sementara Sleman barat bagian selatan seperti Kapanewon Moyudan sudah bisa teraliri. Untuk jaringan perpipaan sendiri sebenarnya sudah ada meski kecil. Kalau pun dibuat jaringan pipa besar tapi air tidak ada dia sebut akan tetap percuma. "Memang terutama sumber air dulu agar bisa meng-cover wilayahnya," ujar Edy.
Dia bercerita optimalisasi penyediaan air di Bumi Sembada sebelumnya sudah pernah dilakukan di Kapanewon Prambanan dengan kontur pegunungan, seperti di Kalurahan Gayamharjo dan Kalurahan Wukirharjo. Dengan 1400 sambungan ke rumah kini warga tidak perlu bergantung dengan setoran air dari truk tangki.
PDAM Tirta Sembada dia sebut kini juga tengah fokus melakukan revitalisasi karena perpipaan yang sudah berusia puluhan tahun dan belum diganti. Hal ini jadi salah satu upaya untuk menekan angka kehilangan air agar aliran jadi lebih efisien. "Tentu kami ganti secara bertahap dan berprogres," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, pada 2025 cakupan pelayanan PDAM Tirta Sembada mengalami peningkatan 13,12 persen. Hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat Sleman yang menikmati layanan air bersih.
"Tapi tetap tidak boleh tutup mata pada tantangan yang dihadapi terutama terkait aspek tarif dan perluasan layanan," tegasnya. (del)