SLEMAN - Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Minomartani 2 di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman mengalami kerusakan parah. Plafon beserta rangkanya ambrol sehingga ruangan sama sekali tidak bisa digunakan. Para siswa juga tidak diperkenankan masuk ke ruang ini demi keamanan.
Guru Kelas 6 SDN Minomartani 2 Hendrias Noor Hendrawan menjelaskan, kondisi sudah terjadi selama 1,5 tahun terakhir. Sekolah sudah mengajukan permohonan perbaikan di data pokok pendidikan (Dapodik) dengan klasifikasi rusak berat. Hanya saja sampai saat ini belum ada tindak lanjut.
"Aset penting sudah kami amankan, kemudian ruangan tidak difungsikan lagi. Isinya hanya reruntuhan yang dari atasnya seperti itu," katanya dikonfirmasi Minggu (3/5).
Menurutnya, struktur atas bangunan UKS memang sudah dimakan rayap. Dikhawatirkan akan merembet hingga ke ruang kelas 1 karena lokasinya bersisihan. Lantaran ada sebuah kayu sambungan yang terlihat mulai berlubang.
Hendrias sebenarnya berharap akan adanya pemeriksaan konstruksi atap sekolah. Untuk memastikan bangunan benar-benar aman bagi para siswa. "Kalau ada rehabilitasi atau perawatan memang diutamakan pada bagian atap," katanya.
Baca Juga: Lima CJH Dari Embarkasi YIA Batal Berangkat Tahun Ini
Kegiatan UKS di SDN Minomartani 2 dialihkan sementara di ruang perpustakaan yang dianggap cukup luas untuk dibuat sekat. Hendrias bercerita jika belum ada program bantuan terkait renovasi sekolah. Terakhir baru ada pengadaan gedung laboratorium komputer sekitar tiga tahun lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Mustadi mengaku, memahami terkait persoalan kerusakan infrastruktur sekolah ini. Apalagi juga diperburuk dengan kondisi cuaca. Untuk itu agar mendapatkan perbaikan hal terpenting adalah mengajukan lewat Dapodik sesuai dengan kondisinya.
Baca Juga: Kementan Optimalkan Produktivitas Brigade Pangan Aceh Timur dengan Alsintan
"Setelah dilaporkan tentu bisa diupayakan lewat APBD perubahan. Kalau kebutuhan banyak nanti bisa di APBD 2027," ujarnya.
Saat ini dia juga mengaku tengah mengoptimalkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Kuncinya lagi-lagi adalah Dapodik yang akan jadi acuan pemberian bantuan. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita