SLEMAN - Sentral Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta menjadi titik ketiga dari pengimplementasian mesin sortir robotik. Usai sebelumnya diterapkan di SPP Jakarta dan SPP Surabaya. Robot ini menggunakan teknologi nirkabel yang berfungsi mempercepat efisiensi alur kerja untuk mempermudah proses loading dan unloading kiriman. Di kantor yang berlokasi Sariharjo, Ngaglik, Sleman ini disediakan 48 robot yang bisa memilah 3.000 paket tiap jamnya.
Direktur Utama PosIND Daud Joseph menjelaskan, adanya robot ini bisa meningkatkan produktivitas jumlah dokumen yang diproses di Yogyakarta dengan menggunakan biaya yang lebih rendah. Efisiensi biaya yang diciptakan sekitar 30 hingga 35 persen.
"Persaingan biaya itu menjadi sebuah kunci menangnya sebuah perusahaan di dalam meraih market share," katanya ditemui dalam kegiatan peresmian mesin sortir robotik di SPP Yogyakarta Kamis (30/4).
Dengan adanya robot ini, Jos menyebut, pemilihan paket jadi tidak terpengaruh oleh human erorr dan jauh lebih presisi. Lantaran robot memiliki mesin yang membaca barcode yang tertempel di dokumen. Tidak ada ruang eror karena mesin tidak bisa mengantuk, tidak bisa kelelahan, bahkan tidak perlu ke kamar mandi.
"Kalau masih dilakukan oleh manusia, biasanya akan ada kesalahan baca. Entah sedang ngantuk atau matanya kurang awas," ucapnya.
Baca Juga: Melonjak 16,6 Persen, Realisasi Investasi Sleman pada Triwulan I 2026 Naik Jadi Rp 1,15 Triliun
Harapannya dengan adanya teknologi ini pengiriman di SPP Yogyakarta bisa meningkat berkali-kali lipat. Hari ini saja ada 13.000 paket yang disortir dan jika menggunakan robot ini pekerjaan bisa diselesaikan empat jam saja.
Hal senada diungkapkan Direktur Operasi PosIND, Donny Maya Wardhana. Penggunaan robot ini disebut mempercepat proses pengiriman sekaligus meminimalkan human error. "Harapannya teknologi ini akan meningkatkan kepastian layanan bagi pelanggan dan berdampak pada peningkatan volume kiriman,” ujar Donny. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita