SLEMAN - Realisasi investasi di Kabupaten Sleman menunjukkan tren positif dan menguat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada triwulan I tahun 2026, capaian realisasi investasi tercatat sebesar Rp 1,15 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman Triana Wahyuningsih mengatakan, realisasi investasi itu terdiri dari penanaman modal asing (PMA) Rp 512 miliar dengan lima negara penyumbang investasi terbesar. Meliputi Kepulauan Virgin Inggris, Singapura, Belanda, Australia, dan Siprus.
Baca Juga: Minim Rotasi dan Konsisten Maksimalkan Bola; Filosofi Van Gastel Diuji Hasil PSIM Jogja
Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 639 miliar. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan year on year sebesar 16,60 persen dibandingkan triwulan I tahun 2025 sebesar Rp 987,19 miliar. Secara quarter on quarter, pertumbuhan bahkan mencapai 93,29 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2025 sebesar Rp 595,53 miliar.
"Ada sejumlah sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam investasi Sleman," katanya Kamis (30/4).
Baca Juga: May Day Kelabu Bagi Eks Karyawan PT SAK Kulon Progo, Gaji Tak Cair Pesangon Terabaikan
Triana menyebut, sektor tersebut terdiri dari industri lainnya, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, hotel dan restoran, jasa lainnya, serta perdagangan dan reparasi. Ada sejumlah strategi yang jadi fokus utama untuk menggaet investor. Terdiri dari penyederhanaan standar operasional prosedur perizinan, pemberian fasilitas insentif dan kemudahan investasi, hingga percepatan penyusunan dan integrasi rencana detail tata ruang.
Dia juga menyoroti pentingnya meningkatkan indeks daya saing daerah termasuk penyediaan infrastruktur pendukung investasi, termasuk sumber daya manusia, serta melakukan pengkajian potensi investasi yang siap jual (IPRO). Dengan tren pertumbuhan yang positif serta dukungan kebijakan yang adaptif harapannya realisasi investasi berikutnya dapat terus tumbuh.
Baca Juga: UAJY dan Kemlu RI Jalin Sinergi Penguatan Kerja Sama ASEAN
"Tentu harapannya bisa memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Nur Fitri Handayani menambahkan, realisasi pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 6,53 persen. Naik dibanding target 2025 pada rentang 5,11 hingga 5,74 persen. Salah satu faktor yang mendorong tercapainya target ini memang meningkatnya jumlah investasi dan penanaman modal baik dari PMA maupun PMDN.
"Termasuk pembangunan infrastruktur yang tidak hanya dibiayai APBD, tetapi juga sumber pembiayaan lainnya," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita