SLEMAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menyelenggarakan uji emisi kendaraan bermotor di parkir utara Lapangan Denggung pasa Selasa (28/4) hingga Rabu (29/4). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memastikan indeks kualitas udara di Bumi Sembada baik.
Pada hari pertama kegiatan menyasar kendaraan operasional pemerintah. Sementara hari kedua ini pengujian dibuka untuk masyarakat umum. Di sini kendaraan roda empat yang melalui Jalan Magelang langsung dicegat untuk masuk ke area pengujian. Lalu nantinya bisa mendapatkan bibit, konsultasi, maupun servis ringan secara gratis. Acara ini berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam menyediakan personel, alat, dan unit uji emisi.
Leader Tim Teknis UNY Sukirman menjelaskan, untuk kendaraan berbahan bakar bensin menggunakan parameter karbon monoksida dan hidrokarbon. Sementara diesel dengan indikator opasitas. Standar ideal masing-masing kendaraan ini berbeda-beda tergantung dari tahun pembuatan kendaraannya.
"Ini penting karena terkait dengan konsep lingkungan. Kendaraan menggunakan bahan bakar fosil maka menghasilkan paparan gas beracun yang harus termonitor," katanya di lokasi pengujian Rabu (29/4).
Baca Juga: Gubernur DIY Heran Pelaku Kekerasan Anak Adalah Perempuan, HB X: Emangnya dia ga punya anak?
Di sisi lain, emisi ini bisa jadi indikator seberapa efektif penggunaan bahan bakar. Ketika emisinya besar maka pembakaran tidak sempurna yang berarti penggunaan bahan bakar lebih boros.
Sukirman menjelaskan, memang masih banyak kendaraan yang belum memenuhi standar emisi. Dia memperkirakan angkanya tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu. Untuk kendaraan berbahan bakar besin 20 persen dan diesel sekitar 50 persen.
"Termasuk di dalamnya kendaraan dinas yang juga tidak lolos meski kecil persentasenya," tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala DLH Sleman Sugeng Riyanta mengatakan, targetnya adalah seribu kendaraan yang mengikuti uji emisi ini. Terdiri dari 250 kendaraan dinas dan 750 kendaraan pribadi maupun umum. Uji emisi ini adalah upaya memastikan indeks kualitas udara di Sleman tetap baik.
"Indeks kualitas udara Sleman adalah 83 dari target awal 71. Ini positif, tapi kami harus terus melakukan pengendalian melalui uji emisi seperti ini agar lingkungan tetap sehat," katanya.
Bagi kendaraan yang belum lolos uji, DLH lansgsung memberikan ruang konsultasi. Harapannya pengendara memiliki kesadaran untuk melakukan perawatan kendaraannya masing-masing. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita