SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Selama periode pengamatan 28 April 2026 (00.00–24.00 WIB), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya 1 kali awan panas guguran dan 134 kali guguran lava ke arah barat daya.
Menurut laporan resmi MAGMA-VAR BPPTKG, guguran lava teramati sebanyak 25 kali mengalir ke Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Sementara itu, satu kejadian awan panas guguran terekam dengan amplitudo 45 mm dan durasi 117,56 detik.
Rincian Kegempaan Gunung Merapi 28 April 2026:
Awan Panas Guguran: 1 kali (amplitudo 45 mm, durasi 117,56 detik)
Guguran: 134 kali (amplitudo 2–29 mm, durasi 12,26–163,29 detik)
Hybrid/Fase Banyak: 51 kali (amplitudo 2–40 mm, durasi 7,11–61,32 detik)
Vulkanik Dangkal: 3 kali
Tektonik Jauh: 1 kali
Baca Juga: Budayawan dan Trah HB II Lengkapi Berkas Tuntutan Terhadap Inggris dalam Peristiwa Geger Sepehi 1812
Visual gunung tertutup kabut level 0-II hingga 0-III, sehingga asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca berawan hingga mendung dengan angin lemah bertiup ke arah barat, utara, dan timur. Curah hujan tercatat 3 mm per hari.Status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Suplai magma yang masih berlangsung berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut di dalam daerah potensi bahaya.
Rekomendasi BPPTKG untuk Warga:
Larangan aktivitas di daerah potensi bahaya:
Sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 km.
Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol maksimal 5 km.
Waspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG), terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
Antisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif (lontaran material dapat mencapai radius 3 km dari puncak).
Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di kawasan rawan bahaya.
BPPTKG menegaskan bahwa jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.Warga lereng Merapi di Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman lahar hujan saat musim penghujan.
Laporan ini disusun oleh petugas BPPTKG Ngadiyo dan Tri Mujiyanta, bersumber dari data pemantauan KESDM – Badan Geologi – PVMBG melalui sistem MAGMA ESDM. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin