Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DPRD DIY Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Perikanan Budidaya, Potensi Lini Usaha Anak Muda, Kembangkan Program Kawedar

Delima Purnamasari • Rabu, 29 April 2026 | 07:00 WIB
BUDIDAYA LELE: Peserta sosialiasi keamanan pangan produk perikanan budidaya ikan oleh Anggota Komisi B DPRD DIY Rifki Listiyanto didominasi anak muda dari anggota Saka Bahari DIY dan siswa SMK I Sanden, Bantul. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
BUDIDAYA LELE: Peserta sosialiasi keamanan pangan produk perikanan budidaya ikan oleh Anggota Komisi B DPRD DIY Rifki Listiyanto didominasi anak muda dari anggota Saka Bahari DIY dan siswa SMK I Sanden, Bantul. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Budidaya ikan perlu terus didorong demi menyediakan protein hewani yang terjangkau di masyarakat. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan hasil tangkapan alam yang kerap kali tidak menentu. Apalagi potensi budidaya di DIY sangat luas. Terutama di Sleman dengan budidaya ikan lelenya, Kulon Progo dengan udangnya, dan Gunungkidul dengan industri pengemasan. 

“Potensi ini membuat budidaya ikan sangat prospek dijadikan lini usaha ke depan,” ujar Anggota Komisi B DPRD DIY Rifki Listianto saat sosialisasi Keamanan Pangan Produk Perikanan Budidaya Ikan di Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB)  Cangkringan, Sleman, Selasa (28/4).

Diakui, angka konsumsi ikan di DIY masih rendah. Itu menjadi pekerjaan rumah Dinas Kelautan dan Perikanan DIY lebih menggencarkan sosialisasi. Terutama kepada generasi muda. Karena itu, tak heran peserta sosialisasi didominasi anak-anak muda. Mereka berasal dari anggota Saka Bahari DIY dan siswa SMK I Sanden, Bantul.

Baca Juga: Jadwal hingga Performa Tim Jadi Faktor, Penonton PSIM Jogja di Laga Kandang Masih Fluktuatif dan Penjualan Tiket Jarang Ludes

Harapannya peserta lebih familiar dengan budidaya ikan. Salah satunya, budidaya lele yang dikenal mudah dibudidayakan. Lele bisa dikembangbiakkan di tengah keterbatasan lahan memakai bioflok. Dalam kesempat itu,  peserta juga mendapatkan pelatihan budidaya lele. "Kami ingin anak muda tertarik melakukan budidaya sebagai mata penghasilan mereka. Tujuan akhir kami ke sana," ucap Rifki.

Meski demikian, dia mengingatkan, usaha budidaya ikan bukan hanya kuantitas, tapi juga kualitas. Khususnya menyangkut keamanan pangan. Hal itu harus diperhatikan agar para pelajar menjadi lebih tertarik. “Lapangan kerja ke depan menjadi lebih terbuka," tambahnya.

Baca Juga: Figo Dennis Optimistis PSS Bisa Kembali ke Kasta Tertinggi 

Desy Putri Handayani dari Departemen Perikanan UGM menjadi narasumber kedua. Dia mengungkapkan, ada tujuh indikator dalam keamanan ikan budidaya. Mulai pemilihan lokasi, kualitas air, asal benih dan bibit. Selanjutnya, pengendalian penyakit, suplai pakan, manajemen obat-obatan, pemanenan dan pascapanen.  "Budidaya ikan itu berarti budidaya air. Harus dijaga kualitasnya. Air harus banyak mengandung oksigen untuk napas ikan maupun makhluk hidup lain," katanya.

Pengetahuan budidaya yang baik akan menghasilkan ikan berkualitas. Misalnya, tak membuat kolam lele dari aliran jamban. Tidak memberi pakan ikan dengan bangkai atau makanan sisa.  Sedangkan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Fitrianto Noorcahyo menyebut, kebutuhan ikan DIY sebesar 120 ribu ton. Produksi ikan tangkap baru sebesar 7.500 ton dan budidaya 69.000 ton. Masih ada kekurangan yang perlu dioptimalkan dengan perikanan budidaya.  “Budidaya ikan lele yang dulu dibudidayakan di comberan atau saptic tank, sekarang di DIY sudah tidak ada," terang Fitrianto.

Baca Juga: Tekan Kenakalan Remaja, Dewan Dorong Penguatan Nilai Welas Asih di Sekolah dan Aturan Jam Malam

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY R. Hery Sulistio Hermawan mengatakan, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting. Sebab, memiliki keunggulan dalam adaptasi teknologi. Kreativitas berikut kemampuan memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan promosi.

Hery menjelaskan, hal tersebut sejalan dengan program Kaweruh Digital Mina lan Samudra (Kawedar) yang tengah dikembangkan instansinya. Program ini menjadi upaya memperluas penyebaran informasi kelautan dan perikanan melalui pendekatan digital yang dekat dengan generasi muda.

Sosialisasi keamanan pangan produk perikanan budidaya dinilai Hery relevan sebagai implementasi program Kawedar. Generasi muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. “Sekaligus penyambung informasi ke masyarakat melalui media sosial dan berbagai platform digital,” terang Hery.

Melalui Kawedar, lanjutnya, pihaknya ingin membangun jejaring audiens yang lebih luas, modern dan interaktif. Informasi budidaya ikan, keamanan pangan, konsumsi ikan, hingga potensi kelautan DIY dengan digitalisasi dapat menjangkau masyarakat lebih cepat, efektif, dan menarik. (del/kus)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Perikanan Budidaya #ikan #dprd diy #budidaya #industri