SLEMAN - Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kalurahan Bokoharjo, Prambanan selesai dibangun pada Desember 2025. Pos ketiga milik Kabupaten Sleman ini akan fokus menangani kejadian di wilayah Sleman timur. Mulai dari Prambanan, Berbah, Kalasan, sebagian Depok, dan sebagian Ngemplak. Namun, diprediksi baru bisa beroperasi pada akhir tahun 2026.
Kepala Bidang Kebakaran Satpol PP Sleman Gunardi menjelaskan, kendala utama pada personel yang belum ada. Saat ini untuk pengadaannya sudah diusulkan pada badan kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan (BKPP). Awalnya diajukan 47 personel. Sebanyak 28 di antaranya untuk Pos Damkar Prambanan, dan sisanya melengkapi kedua pos yang ada. Namun, yang disetujui hanya 25 orang.
Baca Juga: Kawal Aspirasi Gen Z, BM PAN DIY Siapkan Kepengurusan Baru yang Lebih Responsif
"Memang masih kurang, tapi kalau itu ada kami akan membuat strategi baru termasuk sistem piket dan jam kerjanya," katanya dikonfirmasi Senin (27/4).
Saat ini usulan pengadaan pegawai masih berproses di pemerintah pusat. Gunardi belum bisa memastikan berapa orang yang akan disetujui. Hanya saja jika meninjau lini masa proses pengadaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), diperkirakan selesai akhir tahun. Dengan demikian, Pos Damkar Prambanan juga baru beroperasi pada waktu itu.
Menurutnya, kondisi ini memang jadi catatan evaluasi ke depannya. Agar perencanaan bisa dilakukan lebih rapi dan beriringan. Baik itu dalam pengadaan pegawai, pembangunan fisik, dan sarana prasarana.
"Jadi sampai saat ini Pos Damkar Prambanan masih tidak dipakai dan kosong. Memang semua tidak bisa diselesaikan satu tahun," katanya.
Sementara soal mobil pemadam, dia memastikan sudah disiapkan dua armada. Satu pengadaan 2025 dan satu lagi pengadaan 2026. Dua armada ini sudah cukup memenuhi standar minimal operasional satu pos. Rencananya pada 2027 juga diusulkan satu armada lagi termasuk sarana prasarana, seperti baju pemadam, pompa, dan selang. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita