SLEMAN - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) segera bergulir. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman H. Dedie Kusuma SE menaruh atensi khusus terkait hal tersebut.
Di antaranya, pelajar atlet. Dedie mendorong pemerintah daerah memberikan garansi kepada pelajar atlet yang berminat melanjutkan pendidikan di sekolah yang memiliki kelas khusus olahraga (KKO).
Setidaknya pelajar atlet yang telah menjadi kader binaan cabang olahraga (cabor) KONI Sleman.
Dedie mengingatkan, jangan sampai apra pelajar atlet itu justru ditampung sekolah KKO daerah lain.
Dikhawatirkan jika itu terjadi nantinya mereka malah akan membela daerah terkait di mana mereka bersekolah. Terutama dalam ajang popda maupun porda di DIJ.
"Makanya mereka perlu mendapat perhatian khusus. Terlebih pelajar atlet yang telah berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Sleman," tutur politikus PDI Perjuangan itu.
Meskipun sekolah tingkat menengah atas (SMA/sederajat) menjadi kewenangan pemerintah provinsi, Dedie berharap, Pemerintah Kabupaten Sleman bisa memfasilitasi atau memberikan rekomendasi bagi pelajar atlet agar bisa diterima di sekolah KKO yang ada di Bumi Sembada.
Bahkan ketika mereka sudah diterima di sekolah KKO, lanjut Dedie, pemerintah daerah perlu mengupayakan beasiswa atau bantuan pendidikan bagi pelajar atlet.
"Ini menjadi bagian dari upaya perlindungan atlet sekaligus pembinaan bibit unggul. Serta peningkatan kualitas pendidikan atlet," papar tokoh asal Kapanewon Depok.
Di bagian lain, Dedie juga mengimbau pentingnya peran serta orang tua/wali murid untuk memacu belajar anak.
Demi meningkatkan nilai dan potensi akademik anak-anak. Juga agar setiap anak di Kabupaten Sleman bisa diterima di sekolah yang menjadi tujuan mereka menimba ilmu lebih lanjut.
Adanya kebijakan jam belajar anak/masyarakat harus diindahkan. Para orang tua/wali murid harus ikut mengawasi anak-anak mereka terutama saat jam belajar.
"Pastikan jangan sampai ada pelajar keluyuran saat jam belajar di rumah," pintanya.
Baca Juga: Gelar Muscab Serentak, DPD PAN Sleman Minta Seluruh Kader Dukung Program Bupati
Sementara terkait sistem penerimaan murid baru (SPMB), Dedie mengimbau penyelenggara melakukan sosialisasi secara masif. Jangan lagi muncul persoalan teknis akibat ketidaktahuan atau kebingungan orang tua/wali murid.
Terutama terkait pendaftaran secara online. "Termasuk sistem zonasi sekolah dan ketentuan lain terkait SPMB. Jika ada kebijakan baru harus segera disosialisasikan," ingat Dedie.
Di bagian lain tentang pemerataan sarana dan prasarana sekolah. Dedie minta agar menjadi perhatian pemerintah daerah. Jangan sampai ada sekolah tidak layak.
Harus ada skala prioritas penganggaran perbaikan sekolah yang rusak. Meskipun ada pengurangan bujet anggaran daerah. Jika sekolah rusak setingkat SMA maka harus segera dikomunikasikan ke pemerintah provinsi selaku pihak yang berwenang untuk perbaikan. (yog)
Editor : Herpri Kartun