SLEMAN - Bupati Sleman Harda Kiswaya melantik 190 pegawai Pemerintah Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Selasa (21/4). Terdiri dari delapan jabatan tinggi pratama (JPT), 40 jabatan administrator, 20 jabatan pengawas, dan 122 orang kepala sekolah.
Khusus untuk JPT tiga di antaranya merupakan hasil lelang. Mereka adalah Wawan Widiantoro sebagai kepala dinas sosial; Sukarmin sebagai kepala dinas pekerjaan umum, perumahan dan kawasan permukiman; serta Dona Saputra Ginting sebagai kepala dinas pertanahan dan tata ruang. Sementara lima sisanya dilakukan rotasi.
Eks Sekda Sleman itu mengaku, salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang dia soroti adalah inspektorat. Ada berbagai catatan yang harus dievaluasi sehingga tidak perlu menunggu waktu, diputuskan untuk melakukan pergeseran pucuk pimpinan.
"Harus dievaluasi jadi kami geser. Catatan soal kinerja yang harus sat set dan terkait program agenda yang dibuat," katanya ditemui usai prosesi pelantikan.
Inspektur Kabupaten Sleman sendiri sebelumya dijabat Anton Sujarwa yang kini dipindah sebagai kepala dinas perpustakaan dan kearsipan. Sementara kini jabatan inspektur kini diemban oleh Raden Budi Pramono yang sebelumnya merupakan kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan kalurahan. Keduanya dilantik untuk mengampu jabatan lama baru pada Juli 2025 lalu.
Harda mengklaim, rotasi yang cepat ini tidak akan memengaruhi efisiensi kinerja. Dia mengaku tak mau terlalu menunggu OPD rusak sehingga lebih baik lekas-lekas dipindah. Baginya ini juga jadi pembelajaran bagi seluruh pegawai. Apabila diberi tanggung jawab maka harus bisa menunjukkan kualitasnya.
"Kalau tidak tepat bagaimana lagi. Mau nunggu rusak baru dipindah? Saya tidak ada main-main," tegasnya.
Pria asal Kapanewon Godean ini menegaskan, pergeseran pegawai ini dilakukan menggunakan sistem manajemen talenta. Setiap pegawai akan dilihat perkembangan dan nilai yang diperoleh. Baginya ini adalah sebuah upaya untuk menunjukkan bahwa Bumi Sembada memiliki sistem merit nomor satu di tingkat nasional.
"Rotasi ini adalah contoh dari hasil merit sistem. Saya pengen betul-betul yang terbaik di Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Inspektur Sleman Raden Budi Pramono mengaku, akan fokus untuk mengedepankan langkah antisipasi sebagai upaya pencegahan kasus yang kini banyak disorot di Kabupaten Sleman. Upaya konsultasi dan asistensi ini dia sebut akan fokus menyasar OPD maupun pemerintah kalurahan.
Dia berharap, Inspektorat bisa lebih humanis dan tidak sekadar bertindak saat ada kesalahan. "Ada banyak kejadian ini tentu harapannya bisa diminimalkan, kalau hilang sama sekali tentu sulit," sebutnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita