SLEMAN - Salah satu program unggulan literasi di Kabupaten Sleman adalah perpustakaan keliling. Di sini, buku-buku akan dibawa dengan mobil khusus yang datang ke sekolah jenjang SD maupun SMP. Sayangnya, program ini belum bisa berjalan dengan optimal.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Christiana Rini Puspitasari menjelaskan, kendala dalam program ini memang keterbatasan armada yang hanya ada tiga buah. Dalam sebulan baru terbatas 82 sekolah yang dilayani. Nantinya satu armada mesti berkeliling di dua sampai tiga lokasi setiap hari kerja.
"Memang karena armada dan sumber daya yang terbatas bisa sampai nolak-nolaki permohonan dari sekolah," katanya Senin (20/4).
Baca Juga: Pelajar Terseret Arus di Pantai Parangtritis Ditemukan Meninggal di Pantai Depok, sebelumnya Pencarian Fokus ke Timur Ikuti Arus
Program ini dia sebut memang memiliki keunggulan sendiri. Lantaran para siswa tidak hanya bisa membaca, tetapi juga dapat meminjam buku. Hal ini jadi menawarkan pilihan yang lebih beragam dibanding sebatas buku-buku di perpustakaan sekolah.
Rini menyebut, solusi sementara yang telah dilakukan memang dengan membawa buku menggunakan mobil biasa. Biasanya ini bisa digunakan untuk kegiatan insidental saat bertabrakan dengan agenda lembaga atau organisasi yang meminta untuk menghadirkan perpustakaan keliling.
Baca Juga: Pasca Harga Gas Non-subsidi Naik, Beberapa Masyarakat DIY Berencana Pindah ke Gas Melon
"Memang sempat ada wacana akan tambah armada, tetapi dengan kondisi seperti ini saya pesimis," tambahnya.
Menurutnya, efisiensi menekan ketersediaan anggaran pemerintah. Seperti organisasi perangkat daerah lainnya di Bumi Sembada, anggaran dinas perpustakaan juga dipangkas 62 persen. Minimnya anggaran dan rencana bekerja dari rumah setiap hari Jumat dia sebut jadi tantangan tersendiri untuk mempertahankan layanan pada masyarakat. (del/eno)