SLEMAN - Lukisan karya Suhardiyono yang bergambar Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka telah resmi terjual. Videonya mempromosikan lukisan tersebut untuk melunasi utang viral di dunia maya dan telah mendapat lebih dari 5.500 komentar. Banyak warganet menandai akun Gibran agar mau membeli lukisan tersebut.
Pria yang akrab disapa Mbah Kibar ini mengaku tidak menyangka lukisannya benar-benar bisa laku. Berawal dari Yudha W.K. Putra yang merupakan perwakilan dari Wapres mendatangi tempatnya tinggal. Yudha sendiri menjabat sebagai Ketua Umum Bocahe Gibran Nusantara.
"Beliau datang ngomong utusan dari Gibran dan akhirnya lukisannya dipinang. Kemarin dibayarkan," katanya ditemui di tempatnya tinggal di Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Minggu (19/4).
Baca Juga: Kader PAN Boyongan ke PPP, Siap Penuhi Target Satu Fraksi di Sleman
Walau demikian, pria 76 tahun ini enggan membeberkan nominal harga yang dibayarkan. Mbah Kibar hanya mengaku sangat bersyukur lukisannya bisa laku mengingat sebelumnya telah berusaha menjualnya. Lukisan bergambar Gibran mengenakan tutup kepala dengan baju bergaris ini dia sebut dibuat dalam waktu seminggu. Dia lukis pada saat Gibran dilantik menjadi Wali Kota Solo. Hanya saja sempat ada perubahan latar belakang.
Nantinya tim dari Wapres ini dia sebut juga akan kembali karena ada lukisan lain yang ditaksir, yakni bergambar Joko Widodo. Rencananya Mbah Kibar baru akan mengambilnya dahulu karena saat ini masih dititipkan di rumah kawannya.
Baca Juga: Bengkel Balap di Sleman Ikut Terdampak Kenaikan Harga BBM Non-subsidi, Berpotensi Merembet ke Upah Buruh
"Lukisan Bapak Jokowi itu sejarahnya juga luar biasa. Saat rumah saya di Bantul ambruk, lukisannya itu selamat tidak ikut rusak," tambahnya.
Baginya ini adalah berkat dari media sosial yang sangat luar biasa. Kedahsyatannya dia sebut bahkan melampaui pameran-pameran konvensional. Ke depan dia ingin melukis di ruang terbuka dan mendokumentasikannya sebagai langkah promosi di media sosial.
Disinggung soal utang sejumlah Rp 500 juta dengan jaminan rumahnya di Bantul, dia diminta untuk tidak memikirkannya lagi. Perwakilan tim dari Guru Besar UGM Prof Ali Agus yang juga memberinya tempat tinggal ini yang akan menguruskan. Sementara dirinya diminta untuk fokus melukis saja.
"Saya sebenarnya hanya korban karena tidak pakai uangnya. Saudara yang pakai," tambahnya. (del)