SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas signifikan pada Jumat, 18 April 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sebanyak 15 kali guguran lava meluncur ke arah Barat Daya melalui Sungai Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter dari puncak kawah.
Data pemantauan periode 00.00–24.00 WIB itu juga merekam aktivitas kegempaan yang intens: 117 gempa guguran, 96 gempa Hybrid/Fase Banyak, 15 gempa Vulkanik Dangkal, dan 3 gempa Tektonik Jauh. BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Data Kegempaan 18 April 2026
Jenis Gempa Jumlah Amplitudo Durasi
Guguran 117 kali 12–20 mm 33,95–215,38 detik
Hybrid / Fase Banyak 96 kali 2–43 mm 6,91–57,37 detik
Vulkanik Dangkal (VB) 15 kali 2–80 mm 11,09–56,99 detik
Tektonik Jauh 3 kali 2–3 mm 41,67–80,09 detik
Kondisi Visual dan Meteorologi
Secara visual, puncak Gunung Merapi terlihat jelas dengan tutupan kabut tipis hingga sedang (Kelas 0–III). Asap solfatara teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, dengan ketinggian antara 20 hingga 100 meter di atas puncak kawah. Tekanan asap relatif lemah, mengindikasikan aktivitas fumarolik yang masih berlangsung aktif.
Kondisi cuaca sepanjang hari berkisar antara cerah dan mendung. Angin bertiup tenang ke arah barat, timur, dan utara dengan suhu udara 16,9–24 °C, kelembaban 70–98,7 persen, dan tekanan udara 871,6–916 mmHg.
Daerah Potensi Bahaya
Peta Potensi Bahaya Gunung Merapi (Level III Siaga)
Sektor Selatan–Barat Daya: Sungai Boyong maksimal 5 km; Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 km
Baca Juga: Laga PSIM Jogja Melawan Persija Jakarta Akan Berlangsung di Bali
Sektor Tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km; Sungai Gendol maksimal 5 km
Lontaran material vulkanik saat letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak ke segala arah
Ancaman utama saat ini adalah guguran lava dan awanpanas guguran (APG) yang mengarah ke sektor selatan dan barat daya. Catatan 15 guguran lava ke Kali Krasak dalam satu hari menunjukkan aktivitas kubah lava yang masih terus bergulir ke arah tersebut. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin