Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DP3 Kabupaten Sleman Optimalkan Program Mandiri Benih demi Kesejahteraan Petani dan Penghasilan yang Lebih Tinggi

Delima Purnamasari • Kamis, 16 April 2026 | 15:28 WIB
Petani saat memulai panen padi perbenihan di lahan pertanian Kelompok Tani Sido Makmur, Kalitirto, Berbah, Sleman Kamis (16/4). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Petani saat memulai panen padi perbenihan di lahan pertanian Kelompok Tani Sido Makmur, Kalitirto, Berbah, Sleman Kamis (16/4). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Ketahanan pangan tidak bisa diwujudkan tanpa adanya ketersediaan benih berkualitas. Untuk itu, program desa mandiri benih yang dicanangkan dari Kementerian Pertanian jadi sebuah terobosan bagi petani. Mereka didorong untuk memproduksi benih secara mandiri sehingga tidak perlu bergantung pada produsen luar.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto menjelaskan, desa mandiri benih membuka peluang usaha petani untuk tidak hanya menjual komoditas konsumsi. Misalnya, gabah tidak sekadar dijual jadi beras, tetapi jadi benih yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Gabah dari petani usai panen biasanya dijual seharga Rp 6.500 tiap kilogram, tapi ketika jadi benih minimal Rp 15.000 per kilogram. Nilainya sudah seharga beras satu kilogram di warung sembako.

Baca Juga: Percepat Program Kecamatan Berdaya, Gubernur Jateng Kumpulkan 576 Camat, Bupati dan Wali Kota

"Petani akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibanding hanya sebagai komoditas pangan," katanya ditemui di sela-sela acara panen padi perbenihan di Kelompok Tani Sido Makmur, Kalitirto, Berbah, Sleman pada Kamis (16/4).

Luas total panen perbenihan kali ini ada sepuluh hektare. Terdiri dari varietas padi logawa lima hektare, padi inpari 47 tiga hektare, dan padi situ bagendit dua hektare. Pemilihan jenis ini disesuaikan dengan kebiasaan petani di Kalitirto. Agar ketika dipakai oleh petani setempat tidak perlu aklimatisasi atau penyesuaian lingkungan. Berbeda jika mendatangkan benih dari luar daerah yang perlu waktu penyesuaian tanah maupun iklim.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Tekankan Kolaborasi DPRD dengan Pemda dalam Pembangunan Daerah 

Rofiq menjelaskan, di Bumi Sembada ada 13 lokasi lain yang jadi pengembangan desa mandiri benih ini. Di antaranya oleh Kelompok Tani Jogorejo di Kapanewon Minggir, Kelompok Tani Lestari Mulyo di Kapanewon Sleman, dan Karya Tani di Kapanewon Ngemplak. Hal ini sejalan dengan besarnya kebutuhan benih padi Sleman. Dalam sekali masa tanam diperlukan benih 300- 350 ton.

"Ke depan akan terus kami replikasi di titik lain. Apalagi benih padi di Sleman termasuk diminati. Sudah ada yang menjual sampai Sukoharjo," tambahnya.

Menurut Rofiq, benih ini jelas mendukung program ketahanan pangan. Lebih dari itu, pengembangan sentra benih justru jadi peluang petani untuk bersaing di kancah pertanian nasional.

Menurutnya, cara ini bisa menjadi celah untuk mengantarkan para petani pada kesejahteraan. Mengingt wilayah Sleman bahkan DIY tidak seluas provinsi lain.

Baca Juga: Prediksi Real betis vs Braga Europa League Jumat 17 April 2026, Mampukah Los Verdiblancos Raih Tiket ke Semifinal?

Meskipun untuk bisa mencapai target itu, lanjutnya, ada berbagai prosedur ketat yang harus diikuti. Diawali dari pelatihan sekolah lapang perbenihan, mengantongi sertifikasi atas benih yang dijual, hingga penanaman padi yang harus murni tidak boleh tercampur dengan varietas lain.

"Penanamannya persis budi daya padi konsumsi tiga bulanan. Hanya saja ada pengawalan khusus," ujar Rofiq.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sido Makmur Purwadi menjelaskan, dari satu hektare lahan bisa dihasilkan padi perbenihan sejumlah tujuh hingga delapan kwintal. Penanaman benih ini tidak hanya soal harga yang lebih tinggi, tapi juga kemudahan pengendalian hama karena penanaman yang serentak.

Dia menyebut, luas sawah kelompok taninya mencapai 23 hektare, tetapi yang ikut serta dalam program desa mandiri benih baru sepuluh hektare. "Harapannya ke depan lebih banyak petani yang bisa menerima manfaatnya," ujarnya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#desa mandiri benih #benih padi #ketabrak kereta #DP3 Kabupaten Sleman