SLEMAN – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Selama periode pengamatan Rabu (15/4/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat ratusan kejadian gempa guguran dan hybrid, serta puluhan kali guguran lava pijar yang meluncur ke beberapa sungai.
Menurut laporan resmi BPPTKG yang dirilis Kamis (16/4/2026), status aktivitas Gunung Merapi tetap pada Level III (Siaga). Aktivitas ini menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya.
Visual pengamatan menunjukkan gunung terlihat jelas dengan kabut level 0-II hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati sepanjang hari. Kondisi cuaca berawan hingga mendung, angin bertiup tenang ke arah utara, barat, dan timur. Suhu udara berkisar 17,1–26,4 °C, kelembaban 67,5–99,1 persen, tekanan udara 871,6–917,3 mmHg, dan curah hujan mencapai 25 mm.
Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat:
158 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–34 mm dan durasi 19,2–179,2 detik.
90 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–39 mm, S-P 0,2–0,8 detik, dan durasi 7,02–59,18 detik.
3 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2–10 mm dan durasi 54,72–118,21 detik.
Teramati 27 kali guguran lava mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran pada sektor selatan-barat daya meliputi:
Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km,
Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara:
Sungai Woro sejauh maksimal 3 km,
Sungai Gendol sejauh 5 km.
Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat diimbau mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi, serta antisipasi gangguan abu vulkanik.
Baca Juga: Ada Lahan untuk Tol Jogja-Bawen Belum Bisa Dibebaskan gegara Tanah Dijaminkan di Bank
BPPTKG menekankan bahwa masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan apapun di dalam daerah potensi bahaya. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Laporan ini disusun oleh Yulianto dari BPPTKG Yogyakarta berdasarkan data pemantauan KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG. Masyarakat dapat memantau update resmi melalui situs Magma ESDM atau akun media sosial PVMBG.
Warga sekitar Merapi di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diminta tetap waspada dan mengikuti arahan BPPTKG serta pemerintah daerah setempat. (iwa)
(Sumber: Laporan Aktivitas Gunung Merapi BPPTKG periode 15 April 2026)
Editor : Iwa Ikhwanudin