Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Hujan Lebat, Sejumlah Talut di Sleman Ambrol, Bangunan Rusak, Paling Banyak Terdampak di Kapanewon Pakem

Delima Purnamasari • Rabu, 15 April 2026 | 11:53 WIB
Pembersihan material longsor di Candibinangun Sleman akibat hujan deras. (Dokumentasi BPBD Sleman)
Pembersihan material longsor di Candibinangun Sleman akibat hujan deras. (Dokumentasi BPBD Sleman)

SLEMAN - Hujan deras beserta angin kencang melanda Kabupaten Sleman pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 17.45 WIB.

Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah titik longsor maupun kerusakan bangunan. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Raden Haris Martapa menyebut, lokasi paling banyak terdampak berada di Kapanewon  Pakem.

Ada talut Lapangan Cemoroharjo Candibinangun yang longsor dan menganggu ruas Jalan Pakisaji hingga Watugendong.

Baca Juga: Javier Mascherano Tinggalkan Inter Miami, Nama Xavi Hernandez Digadang-gadang Sebagai Pengganti

Hanya saja untuk saat ini akses jalan sudah bisa lancar.

Lalu ada kanopi ukuran 16 x 2 meter roboh di TKA Aba Blembem Lor, Harjobinangun yang akan dibenahi oleh pihak yayasan.

Titik yang lain ada di    Randu Hargobinangun. Ada talut jalan ambrol sedalam dua meter dengan panjang 2,5 meter. 

"Talut ini membahayakan pengguna jalan dan akan dibenahi oleh warga sekitar," katanya dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026). 

Dampak hujan juga terjadi di Kapanewon Cangkringan.

Baca Juga: Harga Emas Antam dan Galeri 24 Hari Ini Per Rabu 15 April 2026 Naik, Berikut Daftar Harga!

Ada talud jalan sepanjang 15 meter dengan tinggi 2,5 meter longsor yang menutup akses jalan masuk Desa Wisata Pentingsari di Umbulharjo.

Pagi ini warga tengah melakukan gotong royong untuk melakukan penanganan. 

Titik lainnya berada di Kapanewon Tempel. Talut Sungai Pelem sepanjang 20 meter, lebar satu meter, dan tinggi tiga meter mengalami keretakan.

Di talut ini terdapat dua tonggak pohon dengan ketinggian empat dan lima meter. 

"Pohon ini berisiko roboh jika talut tetap tergerus aliran Sungai Pelem atau terdampak dari getaran kendaraan berat yang lewat. Saat ini masih proses penanganan," tambah Haris. 

Baca Juga: Arne Slot Ungkap Alasan Ganti Alexander Isak di Pertengahan Babak Dalam Kekalahan di Liga Champions

Lokasi terdampak lain berada di Wonokerto, Kapanewon Turi. Pondasi dan pagar batako milik Kandang Kelompok Ngudi Makmur di roboh dan akan dibenahi oleh anggota kelompok kandang.

Sementara di Kapanewon Ngemplak juga ikut terdampak.

Di Umbulmartani ada tanggul ambrol ke sungai yang menyebabkan alirannya terganggu dan berpotensi mengakibatkan luapan ke perumahan warga.

Sampai saat ini masih ditangani. Selain itu, ada satu kejadian di Sinduharjo Kapanewon Ngaglik. Dampak banjir Sungai Boyong membuat sampah berserakan yang menutup akses jembatan penyebrangan. 

"Kami telah lakukan asesmen kejadian dan penanganan dampak longsor. Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini," ujarnya. (del)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kapanewon pakem #Hujan lebat #bencana hidrometeorologi #Kabupaten Sleman #BPBD Sleman