Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DPUPKP Sleman akan Bangun Tiga Jembatan, Pastikan Konstruksi Kuat Selama 50 Tahun

Delima Purnamasari • Selasa, 14 April 2026 | 19:02 WIB
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Sleman Fauzan Ma’aruf. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Sleman Fauzan Ma’aruf. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman akan membangun tiga jembatan pada 2026 ini. Terdiri dari Jembatan Tumut di Sumbersari, Moyudan dengan ukuran 7 x 8 meter.

Lalu ada Jembatan Nyamplung di Donoharjo, Ngaglik dengan ukuran 6 x 8 meter. Serta ada Jembatan Plosokerep di Kepuharjo, Cangkringan ukuran 3 x 8 meter. 

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Sleman, Fauzan Ma’aruf menjelaskan, struktur jembatan ini memang sudah rusak dan membahayakan jika dilalui oleh kendaraan berat. Jadi, memang sudah waktunya untuk dilakukan perbaikan.

Dalam program peningkatan ini, jembatan akan dibongkar total untuk selanjutnya dibangun ulang. 

"Sudah pecah bangunannya. Dari atas mungkin tidak kelihatan, tapi konstruksi bawahnya sudah rusak dan waktunya diganti," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4). 

Baca Juga: Walhi Kritisi Penanganan Sampah di DIJ, TPA Piyungan dalam Proses Penataan Pasca-Lebaran

Tiga jembatan ini dia sebut juga merupakan akses yang krusial. Lantaran menghubungkan antar-kapanewon maupun jadi akses untuk jalan provinsi.

Dia memastikan pembangunan dilakukan sebaik mungkin dengan struktur balok beton sehingga jembatan baru ini bisa memiliki masa pakai setidaknya 50 tahun. 

Menurut Fauzan, pembangunan tiga jembatan ini akan menggunakan dana APBD murni. Nantinya proyek mulai dikerjakan sekitar bulan Juni atau Juli. Untuk menunggu cuaca kemarau agar mempermudah konstruksi. Pengerjaan satu jembatan ini memerlukan waktu empat bulan, tetapi bisa dikerjakan bersama karena lokasinya berbeda. 

"Jadi nanti jalannya ditutup total dan ada manajemen lalu lintas untuk pengalihan kendaraan sementara selama pelaksanaan," ujarnya. 

Lewat program DPUPKP ini harap akses masyarakat bisa lebih mudah dan lancar. Bisa menunjang berbagai kegiatan, termasuk ekonomi.

Apabila nantinya masyarakat memiliki keluhan akan adanya jembatan rusak di lokasi lain, Fauzan menyebut bisa dilaporkan lewat kanal Lapor Sleman. Untuk selanjutnya dilakukan penilaian dan ditindaklanjuti apabila memang sudah waktunya diperbaiki. 

Dia menambahkan, bahwa DPUPKP tidak hanya melakukan pembangunan jembatan baru, tetapi juga pemeliharaan atas jembatan yang ada.
Baca Juga: Kisah Mbah Kasidah dari Panjatan Kulon Progo yang 40 Tahun Menabung dari Hasil Jualan Tempe agar Bisa Berangkat Haji 

Mulai dari pengecatan ulang, pembersihan rumput, atau perbaikan lain jika ada kerusakan kecil. 

"Pemeliharaan kami lakukan rutin, apalagi di Sleman total ada 372 jembatan kabupaten," tambahnya. (del)

Editor : Bahana.
#pemkab sleman bangun jembatan #dpupkp sleman bangun jembatan #Yogyakarta #Sleman #Pemkab Sleman