SLEMAN - Isu merger antara Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) belakangan tengah mencuat. Atas dinamika yang terjadi di kancah perpolitikan nasional ini, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem DIY turut memberikan pernyataan sikap.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, DPW Partai NasDem DIJ, Aulia Reza Bastian membantah bahwa partai pimpinan Surya Paloh ini akan diambil alih oleh institusi lain. Baginya informasi mengenai persoalan ini adalah bentuk propaganda untuk menjatuhkan marwah partai.
Baca Juga: Paralegal Bersertifikat Jadi Modal Penting Pengembangan Posbakum Sleman
"Artinya merger saja belum, itu tidak berdasarkan fakta. Kecuali sudah ada deklarasi seperti kami dulu mengusung salah satu calon presiden," katanya dalam jumpa pers di Kantor Pemenangan DPW NasDem DIY, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Selasa (14/4).
Aulia juga menegaskan bahwa Partai NasDem masih solid. Fenomena adanya anggota yang keluar lalu berpindah ke partai lain adalah hal biasa. Lantaran banyak juga anggota partai lain yang masuk ke NasDem. Untuk itu kondisi ini tidak bisa serta-merta disimpulkan akan adanya friksi atau perpecahan internal. Perpindahan keanggotaan partai adalah pilihan-pilihan pribadi sebagai praktik demokrasi. Untuk akhirnya mencari partai yang benar-benar bisa mewakili aspirasinya sebagai individu. Baginya, partai berlogo dua siluet kuning ini memiliki mekanisme sendiri untuk bisa sukses di internal keanggotaan.
Baca Juga: Dari Delapan Pendaftar, Tujuh Lolos! Kadiskominfo hingga Staf Ahli Ramaikan Bursa Calon Sekda Kota Jogja
"Mereka yang pindah itu tidak melakukan tindakan pidana ataupun perdata. Itu pilihan-pilihan pribadi. Hari ini ada yang keluar, ada yang masuk, ya biasalah," tambahnya.
Dalam kesempatan ini dia turut menegaskan bahwa Partai NasDem terus konsisten berjuang untuk demokrasi. Namun, isu merger ini seakan mendegradasi bahwa NasDem sekadar jadi partai komersial dan kepentingan transaksional demi keuntungan semata. Aulia juga menegaskan bahwa kini NasDem terus bertumbuh. Terbukti pada Pemilu 2024 lalu mendapatkan kenaikan menjadi 14.660.516 suara atau 9,6 persen.
"Situasi internal NasDem tetap solid. Struktur dan mesin partai tetap utuh. Militansi kader di Jogja juga kuat," tegasnya. (del)