Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Luncurkan 1 Kali Awan Panas Guguran dan 111 Guguran Lava, Status Siaga Level III Tetap Berlaku

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 14 April 2026 | 05:58 WIB
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

 SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Sepanjang Senin (13 April 2026), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 1 kali awan panas guguran dan 111 kali guguran lava dari puncak Merapi yang berada di ketinggian 2.968 mdpl.

Menurut laporan MAGMA-VAR BPPTKG periode pengamatan 13 April 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, awan panas guguran terjadi sekali dengan amplitudo 22 mm dan durasi 199,26 detik. Awan panas tersebut meluncur ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Selain itu, teramati 41 kali guguran lava ke arah barat daya, meliputi Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tipis juga teramati setinggi 25 meter di atas puncak kawah.

Aktivitas kegempaan lainnya mencakup:81 kali gempa hybrid/fase banyak (amplitudo 2–39 mm, durasi 11,65–55,05 detik)

Baca Juga: Tak Ingin Ganggu Kalender Akademik, Untidar Magelang Tunda Penerapan PJJ Hingga Usai UTS Genap

1 kali gempa vulkanik dangkal (amplitudo 26 mm, durasi 22,55 detik)

Cuaca di sekitar Gunung Merapi cerah hingga mendung, dengan angin bertiup tenang ke arah timur dan barat. Suhu udara berkisar 18,6–26,9 °C, kelembaban 75–93%, dan tekanan udara 872,7–917,4 mmHg. Gunung terlihat jelas dengan kabut level 0–III.Status Gunung Merapi masih berada di Level III (Siaga). BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut di dalam daerah potensi bahaya.

Rekomendasi BPPTKG untuk Masyarakat:

Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) pada sektor selatan-barat daya:

Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km

Baca Juga: Termasuk Pembangunan Gedung Layanan Kesehatan di Dua RSUD, Kejari Magelang Perketat Pengawasan 

Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km

Pada sektor tenggara: Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di dalam daerah potensi bahaya.

Waspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.

Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi.

Baca Juga: Kota Magelang Kota Termaju Ke-8 di Indonesia Versi BRIN, Wali Kota Damar: PR Sampah Masih Jadi Tantangan Besar

Apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali.

BPPTKG mengimbau warga di lereng Merapi, khususnya di wilayah Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) untuk selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan tidak memasuki kawasan rawan bencana.

Laporan ini disusun oleh Tri Mujiyanta dari BPPTKG, berdasarkan data pemantauan KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG. Masyarakat dapat memantau update resmi melalui situs magma.esdm.go.id. (iwa) 

(Sumber: Laporan Aktivitas Gunung Merapi BPPTKG periode 13 April 2026) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Erupsi hari ini #Gunung Merapi hari ini #Merapi Hari Ini #Erupsi Merapi #Kabupaten Sleman