SLEMAN - Literasi tidak sekadar menyajikan buku untuk dibaca. Semangat inilah yang jadi latar belakang hadirnya Kafe Srawung Literasi yang berada di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Di sini para pengunjung bisa membeli kopi sekaligus membaca buku.
Kafe Srawung Literasi ini mulai dibuka saat Ramadan lalu dan beroperasi setiap hari pukul 11.00 hingga 22.00. Di sini para pengunjung bisa duduk di kursi-kursi kecil yang disediakan atau duduk nyaman di tikar yang digelar.
Baca Juga: Bocah Empat Tahun asal Sleman Kibarkan Merah Putih di Thailand
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Christiana Rini Puspitasari menjelaskan, kafe ini adalah usaha untuk menjawab tantangan zaman. Khususnya bagi para anak muda yang dia sebut memiliki kebiasaan untuk nongkrong di kafe sembari mengerjakan tugas.
"Jadi literasi perpustakaan konvensional dikemas lebih modern. Di sini tidak hanya jualan kopi, tapi menyediakan buku untuk dibaca," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4).
Baca Juga: Waspada! Dinkes Kota Jogja Ingatkan Bahaya Dehidrasi di Tengah Peralihan Musim, Begini Gejalanya
Dia menyebut, kafe ini dibuat dengan kerja sama dengan Koperasi Pemasaran Forum Komunikasi (Forkom) UMKM. Di sini koperasi menyediakan fasilitas sekaligus mengelola usaha kafe, sementara dinas menyediakan tempat dan buku. Sekaligus mendukung program-program yang terselenggara di dalamnya. Salah satunya saat Ramadan lalu dengan program bedah buku keagaaman.
Kafe ini juga bisa sebagai tempat pemasaran bagi produk-produk binaan di kalurahan agar turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sembada. Rini berharap, Kafe Srawung Literasi ini turut mampu mengakomodasi banyaknya anak muda berkumpul di area Lapangan Pemda Sleman. Harapannya mereka juga jadi bisa memiliki kegiatan yang positif.
"Di sini mereka bawa laptop untuk nugas. Wi-Fi-nya juga kenceng karena kita kerja sama dengan Kominfo agar koneksinya cepat," tambahnya. (del)