Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pastikan Ketersediaan Air bagi Masyarakat, DPUPKP Sleman Rehabilitasi Tiga Embung dan Tiga Mata Air Tahun Ini

Delima Purnamasari • Senin, 13 April 2026 | 17:04 WIB
Embung Barepan di Seyegan yang jadi salah satu sasaran rehabilitasi. (Dokumentasi DPUPKP Kabupaten Sleman)
Embung Barepan di Seyegan yang jadi salah satu sasaran rehabilitasi. (Dokumentasi DPUPKP Kabupaten Sleman)

SLEMAN - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman berencana melakukan rehabilitasi embung dan mata air pada 2026 . Program diselenggarakan dalam rangka memperbaiki sumber air agar semakin optimal dalam memberi manfaat pada masyarakat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Kabupaten Sleman Muhammad Nurrochmawardi menjelaskan, ada tiga embung yang direhabilitasi tahun ini. Terdiri dari Embung Barepan di Margoagung, Seyegan; Embung Klampeyan di Tlogoadi, Mlati; serta Embung Karanggeneng di Purwobinangun, Pakem.

Sementara untuk mata air juga ada tiga lokasi rehabilitasi. Mulai dari Mata Air Mbah Gareng di Bangunkerto, Turi; Mata Air Sombomerti di Maguwoharjo, Depok; serta Mata Air Kepanjen di Maguwoharjo, Depok. "Jadi ada bagian yang rusak karena bencana hidrometrologi. Tapi paling banyak karena bocor," katanya ditemui di ruang kerjanya Senin (13/4).

Baca Juga: Prediksi Skor Fiorentina vs Lazio Serie A Selasa 14 April 2026, La Viola Ingin Jauhi Zona Degradasi

Menurutnya, kebocoran ini memang jadi salah satu fokus tersendiri bagi DPUPKP. Sebab lubang-lubang ini membuat air terbuang sia-sia. Sementara embung juga tidak bisa sampai pada kapasitas penuh dan airnya tidak dapat mengalir masuk sampai saluran luar. Dalam hal ini penanganan dilakukan dengan pelapisan menggunakan beton.

Nurrochmawardi menyebut, sasaran titik perbaikian ini dipilih berdasarkan jangkauan luasan kebermanfaaatnya. Termasuk tingkat keparahan kerusakan yang terjadi. Perbaikan enam titik aset SDA ini menggunakan dana APBD senilai Rp 2 miliar.

Baca Juga: Nasi Angkringan Jadi Sajian Syawalan Gubernur DIY di Kulon Progo

"Harapannya aset-aset ini bisa berfungsi baik dan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Apalagi ke depan ada potensi kemarau panjang," tambahnya.

Air di enam lokasi ini digunakan untuk pertanian, perikanan, perkebunan, hingga peternakan. Nurrochmawardi berharap, pada masa kemarau usaha-usaha masyarakat ini bisa tetap berjalan optimal dengan adanya cadangan air ini. Masyarakat juga diimbau untuk turut serta dalam melakukan pemeliharaan. Dia menambahkan, saat ini DPUPKP juga tengah mengusulkan pembangunan embung baru pada pemerintah pusat. Saat ini masih dalam tahapan proses izin pertanahan.

"Yang mendekati siap ada Embung Watu Kucir di Wonokerto, Turi. Lahannya menggunakan tanah kas desa," tambahnya. (del)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#dpupkp kabupaten sleman #mata air #rehabilitasi #DPUPKP Sleman #embung